Corpspedia, OHM Academy – Dalam artikel Corpspedia ini, kami akan mengulas mengenai kesamaptaan jasmani POLRI membahas secara komprehensif mengenai Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam seleksi penerimaan anggota kepolisian. Dalam artikel ini terdapat pengertian kesamaptaan jasmani, jenis dan rangkaian tes yang harus diikuti, mekanisme penilaian, hingga standar kelulusan terbaru yang wajib dipenuhi oleh setiap calon peserta.
Selain itu, pembahasan ini juga menekankan pentingnya persiapan fisik sejak dini. Hal ini karena tidak sedikit peserta yang gagal bukan disebabkan oleh kemampuan akademik, melainkan karena belum memenuhi standar kebugaran jasmani yang ditetapkan. Dengan memahami seluruh aspek tes kesamaptaan secara menyeluruh, calon peserta diharapkan dapat melakukan persiapan yang lebih terarah dan meningkatkan peluang untuk berhasil lolos seleksi POLRI.
Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI kerap menjadi faktor penentu dalam proses seleksi penerimaan anggota, baik melalui jalur Bintara, Tamtama, maupun Akpol. Tidak sedikit peserta yang gugur bukan karena kemampuan akademik yang rendah, melainkan karena belum memenuhi standar kebugaran fisik yang ditetapkan. Lantas, apa saja tahapan dalam tes kesamaptaan POLRI? Bagaimana mekanisme penilaiannya? Serta seperti apa standar kelulusan yang harus dicapai? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap yang dapat menjadi rujukkan awal agar persiapan lebih maksimal.
- Pengertian Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI
Tes kesamaptaan jasmani merupakan rangkaian uji fisik yang bertujuan untuk mengukur tingkat kebugaran dan kemampuan tubuh seseorang secara menyeluruh. Istilah “kesamaptaan” sendiri, ketika ditambahkan awalan ke- dan akhiran -an, memiliki makna yang lebih luas, yaitu kesiapsiagaan individu yang mencakup aspek fisik, mental, hingga kemampuan beradaptasi dalam berbagai kondisi sosial. Bagi banyak orang, khususnya calon peserta seleksi masuk Polri, tes ini menjadi tahapan krusial yang wajib dilalui karena berperan besar dalam menentukan kelulusan. - Tujuan dan Pentingnya Tes Kesamaptaan
Tes kesamaptaan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam proses seleksi anggota POLRI. Ujian ini tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan fisik, tetapi juga sebagai indikator kesiapan calon anggota dalam menjalankan tugas di lapangan. Adapun beberapa tujuan utama dari tes kesamaptaan jasmani, antara lain:- Menilai tingkat kesiapan fisik calon anggota secara menyeluruh
- Menjamin kualitas sumber daya manusia POLRI yang prima dan profesional
- Mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang membutuhkan stamina dan ketahanan tinggi
- Menjadi dasar pembinaan dan pengembangan fisik selama masa pendidikan
Selain digunakan dalam proses seleksi, tes kesamaptaan juga dilaksanakan secara berkala bagi anggota aktif sebagai bagian dari evaluasi kinerja, pembinaan fisik, serta penunjang karier dan kenaikan pangkat.
- Standar Kelulusan Tes Kesamaptaan POLRI
Standar kelulusan dalam Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI ditetapkan oleh panitia seleksi dan dapat mengalami perubahan setiap tahunnya, menyesuaikan dengan kebijakan serta kebutuhan institusi. Secara umum, terdapat beberapa kriteria utama yang harus dipenuhi oleh peserta, antara lain:- Memenuhi nilai minimum (passing grade) pada setiap item tes
- Tidak mengalami kegagalan pada salah satu komponen utama
- Mencapai nilai akhir yang sesuai dengan standar kelayakan fisik yang ditetapkan
Dalam praktiknya, sistem yang digunakan pada beberapa tahapan seleksi adalah sistem gugur. Artinya, peserta yang tidak memenuhi standar pada salah satu tes dapat langsung dinyatakan tidak lulus. Hal ini menegaskan bahwa kesiapan fisik yang optimal sejak awal menjadi faktor penting dalam menghadapi seluruh rangkaian seleksi POLRI.
- Rangkaian Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI
Berdasarkan pedoman resmi kepolisian, Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI dibagi ke dalam beberapa kategori utama yang dirancang untuk mengukur kemampuan fisik peserta secara menyeluruh, mulai dari daya tahan, kekuatan, hingga proporsi tubuh.- Kesamaptaan Jasmani A
- Pengertian Kesamaptaan Jasmani A
Kesamaptaan Jasmani A merupakan tes lari selama 12 menit yang bertujuan untuk mengukur daya tahan kardiovaskular, khususnya kekuatan jantung dan paru-paru.Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan berlari mengelilingi lintasan selama waktu yang telah ditentukan. Hasil penilaian didasarkan pada total jarak tempuh yang berhasil dicapai selama 12 menit tersebut. - Ketentuan Utama Tes Samapta A
- Durasi tes: 12 menit penuh
- Sistem penilaian: berdasarkan total jarak tempuh selama waktu yang ditentukan
- Lokasi pelaksanaan: biasanya dilakukan di lintasan atletik
- Target Nilai Maksimal (Nilai 100)
Untuk memperoleh nilai tertinggi, peserta harus mencapai jarak minimum sebagai berikut:- Pria: = 3.444 meter
- Wanita: = 3.095 meter
- Nilai Minimal Kelulusan (NBL 41)
Agar dinyatakan memenuhi syarat (MS), peserta harus mencapai jarak minimal:- Pria: = 2.190 meter
- Wanita: = 1.850 meter
- Ketentuan Penting
Dalam sistem penilaian kesamaptaan jasmani POLRI, peserta yang tidak mampu menyelesaikan tes atau mendapatkan nilai 0 (misalnya tidak dapat berlari sama sekali) akan langsung dinyatakanTidak Memenuhi Syarat (TMS). Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi latihan dan kesiapan fisik menjadi faktor utama untuk mencapai standar kelulusan pada tes lari 12 menit.
- Pengertian Kesamaptaan Jasmani A
- Kesamaptaan Jasmani B (Tes Kekuatan dan Kelincahan)
- Pembagian Kesamaptaan B
Kesamaptaan Jasmani B terdiri dari beberapa jenis latihan fisik yang bertujuan untuk mengukur kekuatan otot, daya tahan otot, serta kelincahan tubuh. Setiap item umumnya dilakukan dalam durasi 1 menit, meliputi:- Pull up (pria) atau chinning (wanita) untuk mengukur kekuatan otot lengan dan punggung
- Sit up untuk menilai kekuatan otot perut
- Push up untuk mengukur kekuatan otot dada, bahu, dan lengan
- Shuttle run (lari bolak-balik) untuk menguji kecepatan dan kelincahan
- Ketentuan Nilai Kesamaptaan Jasmani B POLRI
Dalam Tes Kesamaptaan Jasmani B POLRI (meliputi pull-up/chinning, sit-up, push-up, dan shuttle run), terdapat standar penilaian yang harus dipenuhi oleh setiap peserta. Nilai batas lulus (NBL) minimal yang ditetapkan adalah 41,00 atau masuk dalam kategori cukup agar dinyatakan memenuhi syarat (MS).
Selain itu, terdapat ketentuan penting lainnya, yaitu peserta tidak boleh mendapatkan nilai 0 pada salah satu item tes. Jika hal tersebut terjadi, maka peserta berpotensi langsung dinyatakan gugur, meskipun nilai total memenuhi batas minimal. - Target Nilai Maksimal Kesamaptaan B
Setiap item tes memiliki nilai maksimal 100, dengan target capaian yang berbeda antara pria dan wanita. Berikut gambaran umum target untuk memperoleh nilai tertinggi:- Pull Up / Chinning (1 Menit)
- Pria: ±17 repetisi
- Wanita: ±72 repetisi (chinning)
- Sit Up (1 Menit)
- Pria: sekitar 40–41 repetisi
- Wanita: sekitar 50 repetisi
- Push Up (1 Menit)
- Pria: ±42 repetisi
- Wanita: ±37 repetisi
- Shuttle Run (Kecepatan)
- Pria: ±16,2 detik
- Wanita: ±17,6 detik
- Nilai Tambahan Tes Renang
Untuk tes renang (umumnya jarak 25 meter), nilai maksimal juga memiliki standar waktu tertentu, yaitu:- Pria: = 14 detik
- Wanita: = 20 detik
- Sistem Penilaian dan Ketentuan Lulus
- Nilai minimal kelulusan: 41,00
- Tidak boleh ada nilai 0 di setiap item
- Menggunakan sistem gugur pada kondisi tertentu
- Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan performa peserta
Sebagai persiapan, peserta disarankan menggunakan alat bantu atau simulasi perhitungan nilai resmi saat latihan agar dapat memantau perkembangan secara akurat.
- Catatan Penting
Standar nilai dan ketentuan kelulusan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan terbaru dari POLRI. Oleh karena itu, peserta disarankan untuk selalu mengacu pada pengumuman resmi, seperti dokumen penerimaan anggota POLRI tahun berjalan.
- Pull Up / Chinning (1 Menit)
- Pembagian Kesamaptaan B
- Tes Renang (Kesamaptaan C)
- Pengertian Tes Renang
Tes renang merupakan bagian tambahan yang digunakan untuk menilai kemampuan dasar peserta di dalam air. Tes ini bertujuan mengukur ketahanan fisik sekaligus keterampilan berenang sebagai kemampuan survival dasar. Peserta biasanya diminta menempuh jarak tertentu dengan gaya bebas dalam waktu secepat mungkin. - Ketentuan Nilai Tes Renang Kesamaptaan POLRI
Tes renang dalam rangkaian kesamaptaan jasmani POLRI difokuskan pada kecepatan peserta dalam menempuh jarak tertentu, umumnya sejauh 25 meter. Penilaian dilakukan berdasarkan waktu tempuh serta kemampuan menyelesaikan lintasan dengan teknik renang yang dikuasai. - Ketentuan Utama Tes Renang POLRI
- Jarak: 25 meter
- Gaya renang: bebas, dada, atau punggung (disesuaikan dengan kemampuan peserta)
- Waktu maksimal (Memenuhi Syarat/MS):
- Pria: maksimal 55 detik
- Wanita: maksimal 60 detik
- Target Nilai Maksimal
Untuk memperoleh nilai terbaik (mendekati 100), peserta diharapkan mampu menyelesaikan jarak dengan waktu yang jauh lebih cepat, yaitu:- Pria: = 14–19 detik
- Wanita: = 20–23 detik
- Kriteria Tidak Memenuhi Syarat (TMS)
Peserta dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila:- Melebihi batas waktu yang telah ditentukan
- Tidak mampu menyelesaikan jarak 25 meter
- Berhenti di tengah lintasan sebelum mencapai garis akhir
Tes ini tidak hanya mengukur kecepatan, tetapi juga kemampuan dasar bertahan di air, sehingga menjadi salah satu indikator penting dalam kesiapan fisik calon anggota POLRI.
- Pengertian Tes Renang
- Tes Antropometri
- Pengertian Tes Antropometri POLRI
Tes Antropometri POLRI merupakan pemeriksaan fisik yang bertujuan untuk menilai kesesuaian postur tubuh calon peserta dengan standar kepolisian. Penilaian ini mencakup proporsi tubuh, keseimbangan (simetri), serta mendeteksi adanya kelainan tulang atau struktur tubuh.
Berbeda dengan tes akademik, penilaian antropometri tidak berfokus pada angka, melainkan pada status Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berdasarkan kondisi fisik peserta. - Ketentuan Utama Tes Antropometri POLRI
Beberapa aspek penting yang menjadi penilaian dalam tes ini meliputi:- Tinggi badan minimal: disesuaikan dengan jalur seleksi (umumnya sekitar 163 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, dengan ketentuan khusus tertentu)
- Berat badan: harus proporsional dan sesuai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ideal
- Postur tubuh: dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur tubuh
- Pemeriksaan Postur dan Struktur Tubuh
Dalam pelaksanaannya, panitia akan mengevaluasi beberapa bagian tubuh, di antaranya:- Tulang belakang: tidak mengalami kelainan seperti lordosis (melengkung ke depan), kifosis (bungkuk), atau skoliosis (melengkung ke samping)
- Bentuk kaki: tidak terdapat kelainan kaki X atau kaki O yang melebihi batas normal
- Simetri tubuh: posisi bahu seimbang, leher tidak condong atau menjulur
- Kondisi tambahan: tidak memiliki telapak kaki datar (flat foot) atau kelainan pada lutut seperti knee thrust
- Peran Tes Antropometri dalam Seleksi
Tes antropometri biasanya dilakukan bersamaan dengan rangkaian tes kesamaptaan jasmani dan menjadi bagian penting dalam pemeriksaan kesehatan tahap awal. Hasil dari tes ini sangat menentukan, karena peserta yang tidak memenuhi standar postur tubuh dapat langsung dinyatakan tidak lolos seleksi.
- Pengertian Tes Antropometri POLRI
- Kesamaptaan Jasmani A
- Tips Lolos Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI
Agar dapat melewati tes kesamaptaan jasmani dengan hasil optimal, calon peserta perlu melakukan persiapan yang matang sejak jauh hari. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:- Melakukan latihan lari secara rutin minimal 3–4 kali dalam seminggu untuk meningkatkan daya tahan
- Melatih kekuatan otot melalui latihan seperti push up, sit up, dan pull up
- Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh secara bertahap
- Menjaga pola makan sehat dan istirahat yang cukup
- Melakukan simulasi tes secara berkala untuk membiasakan diri dengan kondisi ujian
Dengan persiapan yang konsisten dan terarah, peluang untuk mencapai standar kelulusan dalam tes kesamaptaan POLRI akan semakin besar.
Tes Kesamaptaan Jasmani POLRI menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi yang tidak hanya menilai kemampuan fisik, tetapi juga menggambarkan kesiapan calon anggota dalam menghadapi tugas kepolisian yang penuh tantangan. Rangkaian tes seperti lari 12 menit, latihan kekuatan (push up, sit up, pull up), tes renang, hingga pemeriksaan antropometri disusun untuk memastikan setiap peserta memiliki kondisi tubuh yang bugar, kuat, dan proporsional.
Dengan sistem penilaian yang ketat serta penerapan sistem gugur pada beberapa tahap, persiapan yang optimal menjadi faktor penentu keberhasilan. Oleh sebab itu, calon peserta dianjurkan untuk memulai latihan sejak jauh hari, idealnya beberapa bulan sebelum pelaksanaan seleksi. Konsistensi dalam berolahraga, menjaga pola makan bergizi, serta istirahat yang cukup akan sangat membantu dalam meningkatkan stamina, kekuatan, dan performa fisik.
Melalui persiapan yang terarah dan disiplin, peluang untuk mencapai standar kelulusan akan semakin besar, sehingga kesempatan untuk lolos dan menjadi bagian dari institusi POLRI dapat diraih.
Referensi:
CasisPolri.id. (n.d.). Apa itu tes antropometri dalam penerimaan Polri. https://casispolri.id/apa-itu-tes-antropometri-dalam-penerimaan-polri/
CasisPolri.id. (n.d.). Penilaian tes kesamaptaan jasmani Polri. https://casispolri.id/penilaian-tes-kesamaptaan-jasmani-polri/
Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. (2025). Pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani periode I. https://jogja.polri.go.id
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau. (2024). Tes kesamaptaan jasmani penerimaan Polri. https://pid.kepri.polri.go.id
Kepolisian Daerah Papua. (2025). Pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani personel Polri. https://tribratanews.papua.polri.go.id
Kepolisian Daerah Sumatera Barat. (2026). Uji kesamaptaan jasmani seleksi SIPSS. https://tribratanews.sumbar.polri.go.id
Kepolisian Negara Republik Indonesia. (2025). Pedoman tes kesamaptaan jasmani dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. (2025). Tes kesamaptaan jasmani tahap awal Sespimti Polri. https://elibrary.lemdiklat.polri.go.id
Saefulmuksin67. (2024). Informasi tes kesamaptaan jasmani Polri [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@saefulmuksin67/video/7378375519416405254
Skill Academy. (2025). Syarat dan persiapan tes kesamaptaan jasmani Polri. Baca artikel Tactical in Police. (n.d.). Tes antropometri dalam seleksi Akpol: Panduan lengkap untuk lolos pemeriksaan fisik. https://www.tacticalinpolice.com/tes-antropometri-dalam-seleksi-akpol-panduan-lengkap-untuk-lolos-pemeriksaan-fisik/


