Corpspedia, OHM Academy- Dalam artikel Corpspedia ini kami akan memberikan penjelasan menarik, artikel ini sangat cocok untuk kamu yang mempunyai cita-cita menjadi TNI atau Polri.
Menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) merupakan cita-cita yang mulia, karena keduanya institusi yang memegang peran penting dalam menajaga keutuhan bangsa, mempertahankan keamanan negara, serta melindungi dan mengayomi masyarakat. Akan tetapi, untuk mewujudkan cita-cita tersebut tidak cukup jika hanya mengandalkan kelengkapan administrasi atau kekuatan fisik semata. Diperlukan juga landasan nilai yang kokoh dan kemampuan yang teruji. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang dua hal penting yang perlu dimiliki oleh calon abdi negara, yaitu nilai atau sikap (Attitude) dan kompetensi yang mencakup pengetahuan serta keterampilan (Knowlendge&Skill) beserta langkah nyata untuk mengembangkannya.
Tahukah Kamu Apa Saja Landasan Nilai TNI atau POLRI yang Harus di Miliki?
- Nilai Bagi Calon Prajurit TNI
Setiap calon prajurit harus memahami jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional. Identitas ini menjadi dasar perilaku dan semnagat pengabdian dalam menjaga keutuhan NKRI. Beberapa nilai penting yang harus ditanamkan yaitu sebagai berikut:- Disiplin dan loyalitas tinggi, yang mencerminkan kepatuhan terhadap aturan militer serta kesetiaan kepada bangsa dan negara.
- Semangat juang dan pengabdian, karena TNI berasal dari rakyat yang berjuang demi kemerdekaan, sehingga semangat rela berkorban menjadi ciri utamanya.
- Profesionalisme dan integritas, yaitu kemampuan menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan negara di atas kepentingan pribadi serta menjaga kehormatan institusi.
- Nilai-nilai tersebut tidak hanya membentuk karakter prajurit yang tangguh, akan tetapi juga menciptakan sosok TNI yang humanis dan berwibawa di mata rakyat.
- Nilai Bagi Calon Anggota Polri
Calon anggota Kepolisian juga dituntut memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat. Sebagai insan Bhayangkara, anggota POLRI harus berpegang pada prinsip keimanan, kejujuran, dan tanggung jawab. Beberapa nilai dasar yang perlu dimiliki antara lain:- Ketakwaan dan moralitas, yakni menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman utama dalam bertugas dan berperilaku.
- Humanisme dan empati sosial, yaitu kemampuan bersikap ramah, adil, dan menghormati martabat setiap warga masyarakat.
- Integritas dan etos kerja tinggi, yang tercermin dari kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, serta semangat anti-korupsi.
- Kepedulian dan pengendalian diri, agar setiap tindakan di lapangan mencerminkan tanggung jawab dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
- Dengan menghayati nilai-nilai tersebut, calon anggota POLRI dapat menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional sekaligus bermoral.
Ringkasan Nilai Pokok
Baik TNI maupun POLRI menanamkan nilai-nilai yang pada dasarnya memiliki kesamaan arah dan tujuan. Nilai-nilai tersebut meliputi ketuhanan atau religiusitas, integritas, disiplin, loyalitas, serta semangat pengabdian dan pelayanan kepada bangsa. Selain itu, keduanya juga menekankan pentingnya rasa hormat terhadap kemanusiaan dan masyarakat, serta kemampuan bekerja sama secara kolektif. Keseluruhan nilai tersebut berfungsi sebagai pondasi moral dan karakter yang akan memperkuat kemampuan teknis, profesionalisme, serta dedikasi seorang prajurit maupun anggota kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
Kompetensi yang diperlukan
Kompetensi dapat diartikan sebagai perpaduan antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitude) yang dapat diukur sekaligus terus dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman. Dalam konteks TNI dan POLRI, kompetensi menjadi kunci utama untuk memastikan setiap personel mampu menjalankan tugas dengan profesional, tangguh, dan beretika.
- Kompetensi pada TNI
Seorang prajurit TNI dituntut memiliki seperangkat kemampuan yang mencerminkan kesiapan fisik, mental, dan moral. Beberapa kompetensi yang perlu dimiliki antara lain:- Kebugaran dan ketahanan fisik yang prima. Kondisi jasmani yang kuat merupakan dasar bagi prajurit agar dapat melaksanakan tugas di berbagai medan dan situasi.
- Kemampuan teknis dan taktis militer. Seorang anggota TNI harus menguasai teknik gerakan perorangan, kemampuan navigasi dan manuver lapangan, keterampilan menembak, serta bela diri untuk menunjang kesiapan tempur.
- Kesadaran ideologis dan nilai kejuangan. Prajurit tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap ideologi negara, semangat juang, dan loyalitas terhadap Pancasila serta NKRI.
- Profesionalisme dan keteladanan moral. Setiap prajurit diharapkan menjadi teladan dalam lima ranah nilai utama Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan—sebagaimana termuat dalam dokumen ideologis resmi.
Dengan menguasai kompetensi tersebut, seorang prajurit tidak hanya siap menghadapi tantangan di lapangan, tetapi juga mampu menunjukkan integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab tinggi sebagai garda terdepan pertahanan negara.
- Kompetensi pada POLRI
Bagi calon anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), diperlukan seperangkat kompetensi yang mencerminkan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak secara profesional dalam melindungi serta melayani masyarakat. Kompetensi ini meliputi tiga dimensi utama: sikap, keterampilan teknis, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman.- Sikap dan tata nilai. Aspek ini menjadi fondasi utama bagi setiap calon anggota POLRI. Seorang Bhayangkara harus menampilkan perilaku yang menjunjung tinggi etika, moralitas, dan tanggung jawab sosial.
- Keterampilan teknis dan operasional. Calon polisi dituntut menguasai berbagai kemampuan teknis seperti penegakan hukum, kegiatan patroli, pengaturan lalu lintas, pengendalian massa, hingga pelayanan publik. Selain itu, penguasaan teknologi informasi juga menjadi kompetensi penting di era digital untuk mendukung transparansi dan efektivitas kerja.
- Kemampuan berpikir dan beradaptasi. Anggota POLRI perlu memiliki daya analisis yang tajam, kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat, serta kepekaan terhadap dinamika sosial dan budaya masyarakat. Penguasaan teknologi modern dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari profesionalisme polisi masa kini.
- Dengan penguasaan kompetensi tersebut, anggota POLRI diharapkan tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas teknis, tetapi juga mampu menjadi figur yang bijak, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era modern.
Persyaratan dan Seleksi sebagai Bagian dari Kompetensi
Proses seleksi untuk menjadi anggota TNI maupun POLRI pada dasarnya merupakan sarana untuk menilai sejauh mana calon peserta telah memenuhi berbagai aspek kompetensi yang dibutuhkan. Seleksi tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga menilai kemampuan fisik, intelektual, dan psikologis secara menyeluruh.
- Bagi calon anggota TNI, penilaian mencakup beberapa komponen utama seperti tes kesehatan jasmani, uji kesamaptaan fisik, tes akademik atau pengetahuan umum, serta tes psikologi. Nilai akhir yang diperoleh biasanya merupakan gabungan dari ketiga aspek tersebut yakni nilai jasmani, akademik, dan psikologis yang bersama-sama menunjukkan kesiapan dan potensi seorang calon prajurit.
- Sementara itu, pada proses seleksi POLRI, penilaian diarahkan untuk melihat sejauh mana calon anggota memiliki standar kompetensi lulusan yang meliputi sikap, perilaku, dan nilai moral.
Dengan demikian, proses seleksi TNI dan POLRI bukan sekadar tahapan administratif, melainkan juga merupakan pengukuran komprehensif terhadap kesiapan mental, moral, dan kemampuan tekniscalon anggota untuk mengabdi pada bangsa dan negara.
Langkah Praktis Mempersiapkan Diri
- Penguatan Nilai Diri
- Langkah pertama dalam mempersiapkan diri menjadi anggota TNI atau POLRI adalah membangun karakter dan nilai moral yang kuat. Nilai-nilai ini menjadi dasar perilaku dan cerminan kepribadian seorang calon abdi negara.
- Mulailah dengan menanamkan sikap integritas dalam setiap aktivitas sehari-hari selalu berkata jujur, menepati janji, bertanggung jawab atas tugas, serta menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan.
- Selanjutnya, biasakan hidup disiplin. Disiplin tidak hanya berlaku di lingkungan militer atau kepolisian, tetapi juga dapat diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menghargai waktu, menaati aturan, dan konsisten menjalankan kewajiban baik di sekolah, di rumah, maupun dalam lingkungan sosial.
- Selain itu, tanamkan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama. Caranya dapat dimulai dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial, keagamaan, atau organisasi kemasyarakatan yang berorientasi pada pelayanan publik.
- Terakhir, kembangkan kepekaan sosial dan rasa toleransi. Belajarlah memahami kebutuhan orang lain, menghargai perbedaan latar belakang budaya, agama, maupun suku. Sikap terbuka dan empatik ini akan membentuk pribadi yang bijaksana, siap bekerja sama, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
- Pengembangan Kompetensi Teknis
Selain membangun nilai-nilai moral dan karakter, calon anggota TNI maupun POLRI juga perlu mengembangkan kompetensi teknis yang menjadi dasar kemampuan profesional. Kompetensi ini meliputi aspek fisik, pengetahuan, serta keterampilan khusus yang relevan dengan kebutuhan tugas.- Kesiapan fisik dan kesehatan jasmani. Kekuatan tubuh dan ketahanan fisik merupakan syarat mutlak. Karena itu, calon peserta harus membiasakan diri berolahraga secara teratur, seperti lari, push-up, sit-up, renang, dan latihan ketahanan lainnya. Stamina yang baik tidak hanya mendukung performa selama seleksi, tetapi juga menjadi fondasi dalam melaksanakan tugas lapangan yang menuntut daya tahan tinggi.
- Penguasaan akademik dan pengetahuan umum. Kecerdasan intelektual juga menjadi bagian penting dalam seleksi. Calon anggota perlu memperluas wawasan melalui kebiasaan membaca, mempelajari isu-isu kebangsaan, hukum, serta memahami dasar-dasar kedisiplinan dan bela negara (KBPP). Pengetahuan yang luas akan membantu calon anggota memahami konteks sosial dan nasional, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai situasi.
- Penguatan keterampilan khusus. Selain kemampuan dasar, keterampilan tambahan seperti komunikasi efektif, penguasaan teknologi informasi, dan kemampuan bahasa asing akan menjadi nilai tambah. Dalam era modern, aparat negara dituntut untuk adaptif terhadap kemajuan teknologi serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat lintas budaya.
- Persiapan menghadapi seleksi resmi. Langkah penting lainnya adalah memahami dengan baik persyaratan dan tahapan seleksi resmi. Misalnya, standar tinggi badan dan berat badan ideal, nilai akademik rata-rata, serta kondisi kesehatan yang prima. Selain itu, mengikuti simulasi tes seperti tes psikologi, akademik, dan kesamaptaan jasmani akan membantu mengenali kelemahan sejak dini dan memperbaikinya sebelum seleksi sebenarnya.
- Konsistensi dan Keseriusan
Mewujudkan cita-cita menjadi anggota TNI atau POLRI membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar semangat sesaat. Setiap calon harus menanamkan tekad kuat untuk berproses secara berkelanjutan, karena perjalanan menuju profesi ini menuntut disiplin, ketekunan, dan kesabaran tinggi.- Langkah penting yang tidak boleh diabaikan adalah evaluasi diri secara berkala. Calon peserta perlu menilai kemajuan dalam empat aspek utama: fisik, kognitif, sosial, dan karakter pribadi. Evaluasi ini membantu mengukur kesiapan sekaligus memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi tahap seleksi sebenarnya.
- Selain itu, mencari bimbingan atau pendampingan dari pihak yang berpengalaman sangat disarankan. Mengikuti pelatihan kebugaran, program bimbingan belajar akademik, atau mentoring dari alumni TNI/POLRI dapat memberikan wawasan praktis sekaligus motivasi nyata.
- Terakhir, penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Kedua aspek ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, sebab dalam proses seleksi TNI dan POLRI, kesiapan jasmani dan rohani menjadi indikator utama untuk menilai kelayakan calon anggota.
Tantangan dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Menjadi bagian dari TNI atau POLRI bukanlah jalan yang mudah. Proses seleksi yang ketat dan kompetitif menuntut calon anggota untuk mempersiapkan diri secara maksimal baik dari segi fisik, akademik, maupun mental. Setiap tahun ribuan pendaftar bersaing memperebutkan posisi terbatas, sehingga perencanaan dan latihan jangka panjang menjadi kunci utama keberhasilan. Selain itu, calon anggota perlu memahami bahwa nilai moral yang tinggi tidak akan bermakna tanpa kompetensi teknis yang memadai, dan sebaliknya, keahlian tanpa landasan moral dapat menimbulkan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, keseimbangan antara karakter dan kemampuan profesionalharus terus dijaga.
Dunia TNI dan POLRI kini juga menghadapi tantangan baru akibat perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan arus globalisasi. Para calon harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap situasi dan tuntutan zaman, termasuk penguasaan teknologi informasi, komunikasi, dan pemahaman multikultural. Yang paling penting, setiap calon anggota perlu menyadari bahwa pengabdian kepada TNI dan POLRI bukan sekadar upaya untuk memperoleh status atau karier, tetapi merupakan bentuk pelayanan tulus kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kesadaran ini akan menjadi fondasi moral yang membedakan seorang pelayan negara sejati dari sekadar pencari jabatan.
Mewujudkan cita-cita menjadi anggota TNI atau POLRI bukan sekadar tentang mengenakan seragam kebanggaan atau meraih pangkat tertentu, melainkan tentang menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan memiliki kompetensi unggul. Sosok yang berjiwa tangguh, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, siap mengemban tugas berat, serta mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
Menjadi bagian dari TNI maupun POLRI berarti mengabdikan diri sepenuhnya untuk bangsa dan negara, dengan semangat melayani dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, jika Anda benar-benar ingin menapaki jalan ini, mulailah dari sekarang perkuat nilai moral dan integritas pribadi, kembangkan kemampuan akademik dan fisik secara konsisten, serta jalani setiap proses dengan komitmen dan ketekunan. Dengan kerja keras, niat yang tulus, dan disiplin yang berkelanjutan, cita-cita untuk menjadi garda terdepan penjaga negeri bukanlah hal yang mustahil.
Referensi:
Jurnal Manajemen Dirgantara STTKD. “Implementasi Nilai-Nilai Kejuangan dan Keteladanan Pahlawan Nasional Guna Memperkokoh Semangat Pengabdian Prajurit TNI AL.” Vol 14 No 2 (2021). jurnal.sttkd.ac.id
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. “Menhan Ingatkan TNI Pegang Teguh Nilai-Nilai Kejuangan ’45 dan Kembali ke Jati Diri.” 21 Februari 2019. kemhan.go.id
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. “Penanaman Nilai-Nilai Kesadaran Bela Negara Sebagai Pondasi Dasar Pertahanan.” 4 Juli 2018. kemhan.go.id
Pusdikmin POLRI. “Kompetensi Lulusan.” Dokumen Pusdikmin. pusdikmin.com Sekolah Staf dan Pimpinan (SES PIM) POLRI. “Standar Kompetensi Lulusan.” Modul, 2025. siapsespimpolri.id+1

