Kesalahan Umum Saat Memilih Jurusan dan Cara Menghindarinya

Kampuspedia, OHM Academy -Memilih jurusan kuliah kerap menjadi tantangan tersendiri bagi calon mahasiswa. Beragam pilihan dan pendapat dari berbagai pihak sering kali membuat bingung, bahkan memunculkan kekhawatiran akan salah menentukan arah. Dalam situasi seperti ini, informasi yang akurat sangat dibutuhkan agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan minat dan potensi diri. Melalui Kampuspedia artikel ini bertujuan mengulas kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam memilih jurusan perguruan tinggi, serta membagikan tips praktis agar kamu dapat menghindarinya dan menjalani masa perkuliahan dengan lebih yakin.

Menentukan jurusan kuliah sering kali terasa seperti mengambil keputusan besar dalam hidup. Kesalahan kecil saja bisa berdampak panjang, mulai dari kehilangan semangat belajar, merasa tidak berada di jalur yang tepat, hingga kebingungan menentukan arah karier setelah lulus. Sayangnya, masih banyak calon mahasiswa yang memilih jurusan secara terburu-buru tanpa pertimbangan mendalam. Supaya kamu tidak mengalami hal serupa, yuk kenali beberapa kesalahan yang sering terjadi saat memilih jurusan kuliah dan bagaimana cara menghindarinya.

  1. Terlalu Mengikuti Pilihan Orang Lain
    Banyak siswa menjatuhkan pilihan jurusan karena alasan sederhana seperti mengikuti teman dekat atau menuruti saran orang tua yang menganggap jurusan tertentu punya masa depan cerah. Padahal, kebutuhan dan ketertarikan setiap orang tentu berbeda.
    Cara menghindarinya:
    Pendapat orang lain boleh dijadikan bahan pertimbangan, tapi keputusan akhir tetap harus datang dari diri sendiri. Coba tanyakan dengan jujur: apakah aku benar-benar tertarik dan siap menjalani jurusan ini?
  2. Belum Mengenal Diri Sendiri dengan Baik
    Masih ada yang berpikir, “yang penting kuliah dulu, urusan jurusan nanti saja.” Akibatnya, banyak mahasiswa merasa salah jurusan di tengah perjalanan karena tidak sesuai dengan minat atau kemampuannya.  
    Cara menghindarinya:
    Luangkan waktu untuk mengeksplorasi diri. Kamu bisa mengikuti tes minat dan bakat, mengingat kembali mata pelajaran yang paling kamu nikmati, atau memperhatikan aktivitas apa yang membuatmu antusias tanpa paksaan.
  3. Terlalu Mengejar Gaji Besar
    Jurusan dengan iming-iming penghasilan tinggi memang terdengar menarik. Namun jika kamu tidak menyukai bidangnya, proses kuliah bisa terasa berat dan karier ke depannya pun kurang memuaskan.
    Cara menghindarinya:
    Cobalah mencari keseimbangan antara minat pribadi dan peluang kerja. Ketika kamu menekuni bidang yang disukai, kemampuan akan berkembang secara alami dan peluang sukses justru semakin terbuka.
  4. Minim Riset tentang Jurusan
    Tak sedikit mahasiswa yang baru menyadari kenyataan setelah kuliah dimulai materi yang dipelajari ternyata jauh dari ekspektasi. Misalnya, mengira akan banyak praktik, tetapi justru dipenuhi teori.
    Cara menghindarinya:
    Cari informasi sebanyak mungkin sebelum memilih. Pelajari kurikulum jurusan, baca pengalaman mahasiswa, tonton konten seputar dunia perkuliahan, atau bertanya langsung kepada kakak tingkat dan alumni.
  5. Tidak Mempertimbangkan Kemampuan Akademik
    Memiliki jurusan impian memang penting, tetapi kemampuan akademik juga tidak boleh diabaikan. Jurusan tertentu membutuhkan dasar keilmuan yang kuat agar bisa dijalani dengan optimal.
    Cara menghindarinya:
    Nilai kemampuan diri secara realistis. Jika memang ada kekurangan, pertimbangkan apakah kamu siap berusaha lebih keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Jurusan Kuliah yang Paling Banyak dan Paling Sedikit Diminati di Indonesia
Saat memilih jurusan kuliah, banyak calon mahasiswa mempertimbangkan tingkat peminatnya. Ada jurusan yang selalu jadi favorit dan diperebutkan ribuan pendaftar, tapi ada juga jurusan yang cenderung sepi peminat meskipun punya potensi besar. Nah, berikut gambaran jurusan yang paling ramai dan yang relatif jarang diminati di Indonesia.

  1. Jurusan dengan Peminat Terbanyak
    Beberapa jurusan berikut hampir selalu menjadi incaran calon mahasiswa, terutama saat seleksi masuk perguruan tinggi negeri seperti SNBP dan SBMPTN:
    • Manajemen
      Jurusan ini konsisten menjadi pilihan utama karena cakupan ilmunya luas dan peluang kerjanya terbuka di berbagai bidang.
    • Akuntansi
      Masih berada di rumpun ekonomi, akuntansi dikenal sebagai jurusan “aman” karena lulusannya dibutuhkan di banyak sektor
    • Teknik Informatika / Ilmu Komputer
      Perkembangan teknologi digital membuat jurusan ini semakin populer dan diminati dari tahun ke tahun
    • Psikologi
      Selain dianggap relevan dengan kehidupan sehari-hari, psikologi juga menawarkan beragam jalur karier yang menarik.
    • Kedokteran dan Farmasi
      Meski proses studinya panjang dan menantang, dua jurusan ini tetap menjadi favorit karena citra profesi dan prospek jangka panjangnya.

Catatan penting: Jurusan-jurusan di atas umumnya memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat karena jumlah pendaftar jauh lebih besar dibandingkan daya tampung.

  1. Jurusan yang Relatif Sepi Peminat
    Di sisi lain, ada jurusan yang jumlah peminatnya lebih sedikit. Namun, hal ini bukan berarti kualitas atau prospeknya rendah. Justru, peluang masuk sering kali lebih besar.
    Beberapa contohnya antara lain:       
    • Seni Rupa dan Desain (terutama seni rupa murni)
      Jurusan ini cenderung memiliki peminat lebih sedikit karena dianggap spesifik, padahal potensinya besar di industri kreatif.
    • Filsafat
      Meski dikenal sebagai jurusan yang mendalam dan kritis, filsafat masih kurang diminati dibandingkan jurusan sosial lainnya.
    • Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
      Program studi ini berperan penting dalam pelestarian budaya, namun belum banyak dilirik oleh calon mahasiswa.
    • Ilmu Perpustakaan
      Sering dianggap jurusan “tradisional”, padahal sangat relevan dengan perkembangan manajemen informasi dan data.
    • Akuakultur, Teknologi Hasil Perikanan, Biologi, dan Kimia
      Di beberapa universitas besar, jurusan-jurusan sains ini memiliki peminat lebih sedikit dibandingkan jurusan populer lain.

Perlu diingat: Jurusan yang sepi peminat bukan berarti tidak menjanjikan. Jika sesuai dengan minat dan kamu serius mendalaminya, justru peluang untuk menonjol dan sukses bisa lebih besar.

Memilih jurusan kuliah termasuk salah satu keputusan penting dalam hidup, jadi jangan tergesa‑gesa dalam menentukan pilihan. Ingat, jurusan yang ideal bukan yang populer atau terlihat bergengsi, tetapi yang benar‑benar sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuanmu. Dengan mengenali diri sendiri, mencari informasi yang lengkap, serta mempertimbangkan prospek karier, kamu bisa menempuh perkuliahan dengan lebih semangat dan percaya diri.

Tidak perlu takut memilih jurusan yang sesuai kemampuanmu, meskipun mungkin sedikit orang yang menekuninya. Saat kamu berada di jalur yang tepat, kesempatan untuk berkembang, berprestasi, dan mencapai kesuksesan akan jauh lebih besar. Pastikan keputusanmu hari ini menjadi fondasi kuat untuk membangun masa depan yang kamu impikan!

Referensi:
Baldwin Wallace University. (n.d.). Ten Mistakes in Picking a Major. Diakses dari https://www.bw.edu/family/first-year/mistakes-in-picking-a-major/
Bettermind Labs. (n.d.). Top Mistakes High School Students Make While Choosing a Major. Diakses dari https://www.bettermindlabs.org/post/top-mistakes-high-school-students-make-while-choosing-a-major
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (n.d.). Panduan Pemilihan Jurusan dan Karier. Diakses dari https://dikti.kemdikbud.go.id
OECD. (n.d.). Education and Career Guidance. Diakses dari https://www.oecd.org/education/
Sampoerna University. (n.d.). Understanding Why Choosing the Right Major Is Important. Diakses dari https://www.sampoernauniversity.ac.id/news/why-choosing-the-right-major-is-important

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top