Master Soal, OHM Academy – Pada artikel Master Soal kali ini, kami akan mengulas latihan soal TPS UTBK 2026 yang dilengkapi dengan materi serta pembahasannya. Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada para peserta mengenai bentuk dan pola soal yang berpotensi muncul dalam ujian UTBK.
Menghadapi UTBK SNBT 2026 memerlukan persiapan yang matang, salah satunya dengan rutin mengerjakan latihan soal Tes Potensi Skolastik (TPS). Pada bagian TPS, materi Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM) sering menjadi tantangan bagi peserta karena menuntut kemampuan memahami isi teks secara mendalam, menganalisis struktur kalimat, serta menggunakan ejaan dan tanda baca sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan latihan soal TPS UTBK 2026 khusus materi pemahaman bacaan, lengkap dengan pembahasan dan tips mengerjakan soal yang dapat membantu meningkatkan kemampuan analisis serta memperbesar peluang meraih skor tinggi dalam ujian SNBT.
- Penggunaan Tanda Baca dan Kalimat Efektif
Dalam materi Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM) pada TPS UTBK, peserta sering menghadapi soal yang berkaitan dengan penggunaan tanda baca serta penyusunan kalimat yang efektif. Materi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami sekaligus menerapkan kaidah bahasa Indonesia yang benar sesuai dengan aturan ejaan yang berlaku.
Pada umumnya, soal PBM UTBK meminta peserta untuk memperbaiki kalimat yang tidak tepat, menemukan kesalahan penulisan, atau memilih bentuk kalimat yang paling sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia.- Penggunaan Tanda Baca yang Tepat
Tanda baca memiliki peran penting dalam sebuah kalimat karena membantu memperjelas makna serta menunjukkan hubungan antarbagian kalimat. Dalam soal TPS UTBK, tanda baca yang paling sering diuji meliputi koma (,), titik dua (:), dan titik koma (;).- Tanda Koma (,)
Tanda koma digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu daftar atau perincian.
Contoh:
Saya membeli buku, pensil, penghapus, dan penggaris.
Pada kalimat tersebut, tanda koma berfungsi memisahkan setiap unsur yang disebutkan dalam daftar.
Selain itu, tanda koma juga digunakan setelah keterangan di awal kalimat.
Contoh:
Setelah selesai belajar, Rani pergi ke perpustakaan. - Tanda Titik Dua (:)
Tanda titik dua biasanya digunakan ketika suatu kalimat diikuti oleh penjelasan, daftar, atau perincian informasi.
Contoh:
Perusahaan menetapkan tiga strategi utama: meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memperbaiki layanan pelanggan.
Dalam contoh tersebut, tanda titik dua berfungsi untuk memperkenalkan daftar strategi yang akan dijelaskan setelahnya. - Tanda Titik Koma (;)
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua klausa yang memiliki hubungan erat, tetapi masing-masing dapat berdiri sebagai kalimat yang utuh.
Contoh:
Rina menyukai matematika; Andi lebih menyukai fisika.
Selain itu, tanda titik koma juga dapat digunakan untuk memisahkan unsur dalam perincian yang sudah mengandung tanda koma.
- Tanda Koma (,)
- Struktur Kalimat yang Benar dan Efektif
Selain memahami penggunaan tanda baca, peserta UTBK juga perlu menguasai struktur kalimat efektif. Kalimat efektif merupakan kalimat yang disusun secara jelas, logis, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Beberapa ciri kalimat efektif antara lain sebagai berikut.- Memiliki Subjek dan Predikat yang Jelas
Setiap kalimat harus memiliki subjek (pelaku) dan predikat (tindakan) sehingga maknanya dapat dipahami dengan baik.- Contoh kalimat tidak efektif:
Untuk meningkatkan prestasi belajar harus rajin membaca
Kalimat tersebut tidak memiliki subjek yang jelas. - Perbaikan:
Untuk meningkatkan prestasi belajar, siswa harus rajin membaca
- Contoh kalimat tidak efektif:
- Menghindari Pengulangan Kata yang Tidak Diperlukan
Penggunaan kata yang berulang tanpa alasan yang jelas dapat membuat kalimat menjadi tidak efektif.- Contoh kalimat tidak efektif:
Para siswa-siswa diminta untuk dapat mengumpulkan tugasnya. - Perbaikan: Para siswa diminta mengumpulkan tugasnya.
Hubungan Antarbagian Kalimat Harus Logis
Kalimat yang baik harus memiliki hubungan yang jelas antara tujuan, sebab, maupun akibat. - Contoh:
Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan menetapkan strategi baru: meningkatkan pelayanan, memperluas promosi, dan memperbaiki manajemen.
Kalimat tersebut menunjukkan hubungan logis antara tujuan perusahaan dan strategi yang dilakukan untuk mencapainya.
- Contoh kalimat tidak efektif:
- Penulisan Perincian dalam Kalimat
Dalam bahasa Indonesia, jika sebuah kalimat diikuti oleh daftar atau penjelasan tambahan, biasanya digunakan tanda titik dua (:).- Contoh:
Ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan belajar: motivasi, disiplin, dan lingkungan belajar.
Pada kalimat tersebut, tanda titik dua berfungsi memperkenalkan perincian faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya.
Perincian dalam kalimat umumnya dipisahkan menggunakan tanda koma, sedangkan unsur terakhir didahului kata “dan”.
- Contoh:
- Memiliki Subjek dan Predikat yang Jelas
- Penggunaan Tanda Baca yang Tepat
- Ketepatan Penulisan Kata dalam Kaidah Bahasa Indonesia
Dalam materi Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM) pada Tes Potensi Skolastik (TPS) UTBK yang berfokus pada ketepatan penulisan kata sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia. Dalam jenis soal ini, peserta diminta untuk mengidentifikasi kata yang ditulis tidak sesuai dengan aturan bahasa Indonesia yang baku.
Materi ini bertujuan menguji kemampuan peserta dalam memahami penggunaan bahasa yang benar, terutama dalam penulisan kata yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kemampuan ini penting karena bahasa yang digunakan dalam teks akademik maupun ilmiah harus mengikuti aturan ejaan yang baku agar maknanya jelas dan mudah dipahami.
Dalam soal TPS UTBK, kesalahan penulisan kata biasanya muncul dalam beberapa bentuk, seperti kesalahan penulisan kata serapan, kesalahan penggunaan imbuhan, maupun penulisan kata majemuk yang tidak sesuai dengan aturan ejaan.- Jenis Kesalahan Penulisan Kata yang Sering Muncul
Beberapa jenis kesalahan penulisan kata yang sering diuji dalam soal UTBK antara lain sebagai berikut- Kesalahan Penulisan Kata Baku
Kata baku adalah kata yang penulisannya telah ditetapkan dalam kaidah bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam soal UTBK, peserta sering diminta menemukan kata yang penulisannya tidak sesuai dengan bentuk baku.
Contoh kesalahan penulisan kata:- Praktek → seharusnya praktik
- Resiko → seharusnya risiko
- Aktifitas → seharusnya aktivitas
Kesalahan seperti ini sering muncul karena pengaruh kebiasaan penulisan dalam bahasa sehari-hari.
- Kesalahan Penulisan Kata Serapan
Bahasa Indonesia banyak menyerap kosakata dari bahasa asing, terutama dari bahasa Inggris, Belanda, dan Arab. Namun, kata serapan tersebut harus mengikuti pola penulisan bahasa Indonesia.
Contoh:- Ekstrakulikuler → seharusnya ekstrakurikuler
- Kwalitas → seharusnya kualitas
Penulisan yang benar mengikuti aturan ejaan yang telah disesuaikan dengan sistem bahasa Indonesia.
- Kesalahan Penulisan Kata Majemuk
Kata majemuk merupakan gabungan dua kata yang memiliki makna baru. Penulisannya bisa dipisah atau digabung tergantung pada aturan yang berlaku.
Contoh:- Kerjasama → seharusnya kerja sama
- Tanggungjawab → seharusnya tanggung jawab
Kesalahan seperti ini sering muncul dalam soal UTBK untuk menguji pemahaman peserta mengenai bentuk kata yang benar.
- Kesalahan Penulisan Kata Baku
- Tujuan Ketepatan Penulisan Kata dalam Kaidah Bahasa Indonesia
Materi ketepatan penulisan kata memiliki tujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam beberapa hal, yaitu:- Memahami kaidah ejaan bahasa Indonesia dengan benar
- Mengenali kesalahan penulisan kata dalam sebuah teks
- Menggunakan kata baku dalam konteks kalimat yang tepat
- Memahami bentuk kata serapan dan kata majemuk sesuai aturan bahasa Indonesia
Kemampuan ini sangat penting dalam dunia akademik karena penggunaan bahasa yang tepat dapat membantu menyampaikan informasi secara jelas dan efektif
- Jenis Kesalahan Penulisan Kata yang Sering Muncul
- Contoh Soal dan Pembahasannya
- (Penggunaan Tanda Baca dan Kalimat Efektif)
Perhatikan kalimat berikut!
Untuk meningkatkan kualitas layanan perusahaan merancang beberapa program baru yaitu pelatihan karyawan secara berkala peningkatan sistem pelayanan digital dan evaluasi manajemen secara menyeluruh.
Perbaikan kalimat yang paling tepat sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia adalah …- Untuk meningkatkan kualitas layanan perusahaan merancang beberapa program baru yaitu pelatihan karyawan secara berkala, peningkatan sistem pelayanan digital, dan evaluasi manajemen secara menyeluruh.
- Untuk meningkatkan kualitas layanan, perusahaan merancang beberapa program baru yaitu: pelatihan karyawan secara berkala, peningkatan sistem pelayanan digital dan evaluasi manajemen secara menyeluruh.
- Untuk meningkatkan kualitas layanan, perusahaan merancang beberapa program baru, yaitu pelatihan karyawan secara berkala, peningkatan sistem pelayanan digital, dan evaluasi manajemen secara menyeluruh.
- Untuk meningkatkan kualitas layanan perusahaan merancang beberapa program baru: yaitu pelatihan karyawan secara berkala peningkatan sistem pelayanan digital, dan evaluasi manajemen secara menyeluruh.
- Untuk meningkatkan kualitas layanan, perusahaan merancang beberapa program baru; yaitu pelatihan karyawan secara berkala; peningkatan sistem pelayanan digital; dan evaluasi manajemen secara menyeluruh
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalimat awal memiliki beberapa kesalahan dalam struktur kalimat dan penggunaan tanda baca.
Kalimat awal:
Untuk meningkatkan kualitas layanan perusahaan merancang beberapa program baru yaitu pelatihan karyawan secara berkala peningkatan sistem pelayanan digital dan evaluasi manajemen secara menyeluruh.- Kesalahan yang terdapat pada kalimat tersebut meliputi:
- Tidak ada tanda koma setelah keterangan di awal kalimat
- Bagian “Untuk meningkatkan kualitas layanan” merupakan keterangan tujuan yang berada di awal kalimat. Menurut kaidah bahasa Indonesia, keterangan di awal kalimat harus diikuti tanda koma.
- Perbaikan:
- Untuk meningkatkan kualitas layanan, perusahaan merancang beberapa program baru
- Penulisan kata “yaitu” harus dipisahkan dengan koma
- Dalam kalimat perincian, kata “yaitu” biasanya didahului oleh tanda koma karena berfungsi sebagai penjelas dari informasi sebelumnya.
- Contoh yang benar ” … beberapa program baru, yaitu pelatihan karyawan …”
- Unsur perincian harus dipisahkan dengan komaPerincian dalam kalimat terdiri dari:
- Pelatihan karyawan secara berkala
- Peningkatan sistem pelayanan digital
- Evaluasi manajemen secara menyeluruh
- Setiap unsur dalam daftar harus dipisahkan menggunakan tanda koma, sedangkan unsur terakhir didahului kata “dan”.
- Kesalahan yang terdapat pada kalimat tersebut meliputi:
- Penggunaan Tanda Baca dan Kalimat Efektif
Perhatikan kalimat berikut!
Untuk meningkatkan daya saing perusahaan melakukan berbagai langkah strategis memperluas jaringan pemasaran meningkatkan kualitas produk serta mengembangkan inovasi teknologi.
Perbaikan kalimat yang paling tepat sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia adalah …- Untuk meningkatkan daya saing perusahaan melakukan berbagai langkah strategis: memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk serta mengembangkan inovasi teknologi.
- Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan melakukan berbagai langkah strategis: memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta mengembangkan inovasi teknologi.
- Untuk meningkatkan daya saing perusahaan, melakukan berbagai langkah strategis yaitu memperluas jaringan pemasaran meningkatkan kualitas produk serta mengembangkan inovasi teknologi.
- Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan melakukan berbagai langkah strategis; memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta mengembangkan inovasi teknologi.
- Untuk meningkatkan daya saing perusahaan melakukan berbagai langkah strategis yaitu: memperluas jaringan pemasaran; meningkatkan kualitas produk; serta mengembangkan inovasi teknologi.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat awal memiliki beberapa kesalahan dalam penggunaan tanda baca dan struktur kalimat
Kalimat awal:
Untuk meningkatkan daya saing perusahaan melakukan berbagai langkah strategis memperluas jaringan pemasaran meningkatkan kualitas produk serta mengembangkan inovasi teknologi.- Kesalahan yang muncul antara lain:
- Tidak ada koma setelah keterangan di awal kalimat
Frasa “Untuk meningkatkan daya saing” merupakan keterangan tujuan yang berada di awal kalimat sehingga harus diikuti koma. - Perbaikan:
Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan melakukan berbagai langkah strategis … - Kalimat diikuti perincian
Setelah frasa “berbagai langkah strategis”, terdapat daftar tindakan sehingga harus menggunakan tanda titik dua (:).
- Tidak ada koma setelah keterangan di awal kalimat
- Unsur perincian dipisahkan dengan koma
- Perincian dalam kalimat adalah:
- Memperluas jaringan pemasaran
- Meningkatkan kualitas produk
- Mengembangkan inovasi teknologi
Setiap unsur dipisahkan dengan koma, sedangkan unsur terakhir didahului kata “serta” atau “dan”.
- Kalimat yang benar:
Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan melakukan berbagai langkah strategis: memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta mengembangkan inovasi teknologi.
- Perincian dalam kalimat adalah:
- Kesalahan yang muncul antara lain:
- Ketepatan Penulisan Kata dalam Kaidah Bahasa Indonesia
Perhatikan teks berikut!
(1) Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aktivitas masyarakat. (2) Banyak perusahaan mulai melakukan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. (3) Namun, proses digitalisasi tersebut juga menuntut karyawan memiliki kemampuan literasi teknologi yang memadai.(4) Oleh sebab itu, perusahaan perlu menyelenggarakan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan. (5) Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan adaptasi karyawan terhadap perubahan teknologi yang sangat pesat.
Penulisan kata yang salah terdapat pada kalimat nomor …- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
- (5)
Jawaban: C
Pembahasan:
Kesalahan terdapat pada kalimat (3) pada kata “digitalisasi”
Dalam konteks kalimat tersebut, kata yang lebih tepat adalah digitisasi atau digitalisasi bergantung konteks, tetapi dalam banyak pedoman bahasa Indonesia penggunaan yang baku untuk proses konversi teknologi adalah digitalisasi sedangkan bentuk lain sering dianggap tidak tepat dalam konteks tertentu. Namun yang diuji dalam soal ini adalah penggunaan istilah yang kurang tepat dalam konteks makna.
- (Penggunaan Tanda Baca dan Kalimat Efektif)
- Ketepatan Penulisan Kata dalam Kaidah Bahasa Indonesia
Perhatikan teks berikut!
(1) Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program strategis. (2) Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil. (3) Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kualitas tenaga pengajar melalui berbagai program pelatihan profesional. (4) Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat daya saing generasi muda. (5) Dengan demikian, pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.
Penulisan kata yang salah terdapat pada kalimat nomor …- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
- (5)
Jawaban: E
Pembahasan- Kesalahan terdapat pada kata “maksimal”
- Kata maksimal sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi bentuk yang dianggap baku dalam beberapa konteks akademik adalah maksimum.
- Perbaikan kalimat:
Dalam bahasa Indonesia baku, bentuk yang lebih tepat adalah “maksimum”“Dengan demikian, pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan secara lebih maksimum dan berkelanjutan.”
- Latihan Soal, Ayo Kerjakan!
- Penggunaan Tanda Baca dan Kalimat Efektif
Perhatikan kalimat berikut!
Penelitian tersebut menyimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar motivasi siswa dukungan keluarga kualitas pengajaran dan lingkungan belajar yang kondusif.
Perbaikan kalimat yang paling tepat adalah …- Penelitian tersebut menyimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar yaitu motivasi siswa, dukungan keluarga, kualitas pengajaran, dan lingkungan belajar yang kondusif.
- Penelitian tersebut menyimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar: motivasi siswa dukungan keluarga kualitas pengajaran dan lingkungan belajar yang kondusif.
- Penelitian tersebut menyimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar; motivasi siswa, dukungan keluarga, kualitas pengajaran, dan lingkungan belajar yang kondusif.
- Penelitian tersebut menyimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar yaitu: motivasi siswa dukungan keluarga kualitas pengajaran dan lingkungan belajar yang kondusif.
- Penelitian tersebut menyimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar motivasi siswa, dukungan keluarga, kualitas pengajaran dan lingkungan belajar yang kondusif.
- Penggunaan Tanda Baca dan Kalimat Efektif)
Perhatikan kalimat berikut!
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan pemerintah merancang beberapa program baru meningkatkan kompetensi guru memperbaiki sarana pembelajaran dan memperluas akses pendidikan.
Manakah perbaikan kalimat yang sesuai dengan kaidah penulisan?- Untuk meningkatkan kualitas pendidikan pemerintah merancang beberapa program baru; meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki sarana pembelajaran, dan memperluas akses pendidikan.
- Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah merancang beberapa program baru: meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki sarana pembelajaran dan memperluas akses pendidikan.
- Untuk meningkatkan kualitas pendidikan pemerintah merancang beberapa program baru: meningkatkan kompetensi guru memperbaiki sarana pembelajaran dan memperluas akses pendidikan.
- Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah merancang beberapa program baru: meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki sarana pembelajaran, dan memperluas akses pendidikan.
- Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah merancang beberapa program baru; meningkatkan kompetensi guru; memperbaiki sarana pembelajaran; dan memperluas akses pendidikan.
- Ketepatan Penulisan Kata dalam Kaidah Bahasa Indonesia
Perhatikan teks berikut!
(1) Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat dalam memperoleh berbagai sumber pengetahuan. (2) Saat ini, informasi dapat diakses dengan cepat melalui berbagai platform digital yang tersedia di internet. (3) Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan tantangan baru berupa penyebaran informasi yang tidak akurat. (4) Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kemampuan literasi digital agar mampu memilah informasi secara bijak. (5) Kemampuan tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran berbagai informasi yang bersifat provokatif dan manipulatif.
Penulisan kata yang salah terdapat pada kalimat nomor …- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
- (5)
- Ketepatan Penulisan Kata dalam Kaidah Bahasa Indonesia
Perhatikan teks berikut!
(1) Aktivitas membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis seseorang. (2) Melalui kegiatan membaca, seseorang dapat memperoleh berbagai informasi serta memperluas wawasan pengetahuan. (3) Kebiasaan membaca juga dapat membantu seseorang memahami berbagai sudut pandang terhadap suatu permasalahan. (4) Oleh sebab itu, budaya membaca perlu ditanamkan sejak usia dini di lingkungan keluarga maupun sekolah. (5) Dengan adanya kebiasaan tersebut, diharapkan generasi muda memiliki kemampuan analisa yang lebih baik.
Penulisan kata yang salah terdapat pada kalimat nomor …- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
- (5)
- Penggunaan Tanda Baca dan Kalimat Efektif
Berlatih mengerjakan soal Tes Potensi Skolastik (TPS) UTBK, khususnya pada materi Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM), merupakan langkah penting bagi peserta yang ingin memahami pola soal yang sering muncul dalam ujian. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, peserta dapat melatih kemampuan membaca secara kritis, memahami penggunaan ejaan yang benar, serta menyusun kalimat efektif sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Dalam soal UTBK, materi seperti penggunaan tanda baca, penulisan kata baku, dan struktur kalimat yang tepat sering menjadi bagian yang diuji. Oleh karena itu, mempelajari konsep dasar sekaligus berlatih mengerjakan berbagai jenis soal akan membantu peserta lebih teliti dalam memahami isi teks serta menentukan jawaban yang paling tepat.
Tidak hanya mempelajari teori, cara terbaik untuk meningkatkan skor TPS UTBK adalah dengan memperbanyak latihan soal dan mempelajari pembahasannya secara mendalam. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengetahui jawaban yang benar, tetapi juga memahami alasan logis di balik setiap pilihan jawaban yang tersedia.
Jika dipersiapkan dengan baik dan dilakukan secara konsisten, peluang untuk memperoleh skor tinggi pada UTBK SNBT 2026 tentu akan semakin terbuka. Oleh karena itu, tetaplah semangat belajar, tingkatkan kemampuan literasi, dan terus berlatih mengerjakan berbagai contoh soal agar semakin siap menghadapi ujian UTBK.


