Mengamati Lingkungan Sosial dengan Kacamata IPS

Learning Zone, OHM Academy – Dalam artikel ini kami akan memaparkan tentang bagaimana memandang lingkungan sosial dengan kacamata IPS, setiap hari manusia hidup berdampingan dengan lingkungan sosial yang dipenuhi beragam peristiwa dan interaksi. Aktivitas jual beli di pasar, suasana kehidupan di sekolah, hubungan antarwarga di lingkungan tempat tinggal, hingga cara masyarakat menyikapi dan menyelesaikan masalah sosial merupakan fenomena yang sering ditemui, namun belum tentu dipahami maknanya secara mendalam. Melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), fenomena-fenomena tersebut dapat diamati dan dikaji secara sistematis. Mengamati lingkungan sosial dengan kacamata IPS membantu individu melihat realitas sosial tidak hanya sebagai kejadian sehari-hari, tetapi sebagai proses sosial yang memiliki sebab, pola, dan dampak tertentu bagi kehidupan masyarakat.

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang menelaah keterkaitan manusia dengan lingkungan tempat ia hidup, mencakup aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Melalui pembelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk memahami berbagai gejala sosial secara ilmiah dan kritis dengan mengaitkannya pada konteks kehidupan sehari-hari. Proses ini dilakukan melalui kegiatan pengamatan, penalaran, serta refleksi terhadap peristiwa yang dialami secara langsung. Dalam perspektif IPS, lingkungan sosial tidak dipandang sekadar sebagai latar kehidupan, melainkan sebagai ruang belajar yang nyata, tempat peserta didik dapat memperoleh pengalaman dan pemahaman langsung dari fenomena sosial di sekitarnya.

Apa yang Dimaksud dengan Mengamati Lingkungan Sosial dalam IPS?

Dalam konteks pembelajaran IPS, kegiatan observasi merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang berperan sebagai langkah awal dalam memahami realitas sosial. Melalui pengamatan tersebut, peserta didik dapat mengumpulkan data empiris yang menjadi dasar untuk menganalisis dan menjelaskan fenomena sosial secara lebih mendalam.

Mengamati lingkungan sosial melalui sudut pandang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan upaya memahami kehidupan masyarakat secara terarah dan mendalam. Kegiatan ini meliputi pengkajian hubungan antarindividu, tatanan sosial, nilai-nilai budaya, serta berbagai persoalan yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pendekatan IPS, individu dapat memahami bagaimana peran dijalankan oleh setiap anggota masyarakat, bagaimana lembaga sosial seperti keluarga, sekolah, dan negara terbentuk dan berfungsi, serta bagaimana perubahan sosial terjadi dari masa ke masa. Selain itu, kajian IPS juga berfokus pada pengenalan berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan dan konflik, sekaligus mendorong perumusan solusi yang konstruktif melalui metode ilmiah, antara lain observasi lapangan dan survei. Proses ini membantu menumbuhkan pemahaman terhadap peran sosial, institusi kemasyarakatan, dan gejala sosial seperti gotong royong maupun perilaku menyimpang sehingga individu dapat berkembang menjadi warga negara yang peka, kritis, dan aktif dalam kehidupan sosial.

Konsep Pokok IPS dalam Mengkaji Lingkungan Sosial

  1. Manusia, Ruang, dan Lingkungan
    Konsep ini menitikberatkan pada keterkaitan antara manusia dengan lingkungan fisik dan sosialnya, serta bagaimana hubungan tersebut memengaruhi cara hidup dan aktivitas sehari-hari.
  2. Sistem Sosial dan Kebudayaan
    Kajian ini membahas bagaimana masyarakat tersusun melalui berbagai lembaga sosial, seperti keluarga, pendidikan, dan agama, beserta nilai dan norma yang mengarahkan perilaku sosial anggotanya.
  3. Perubahan Sosial dan Keberlanjutan
    Fokus pada dinamika perubahan yang terjadi dalam masyarakat sekaligus upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai positif agar tetap berfungsi dalam kehidupan modern.
  4. Aktivitas Ekonomi dan Kesejahteraan
    Mengkaji berbagai kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat serta dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup.

Tahapan Mengamati Lingkungan Sosial dengan Pendekatan IPS

  1. Mengidentifikasi Unsur Sosial
    Mengenali individu, kelompok, dan lembaga yang ada di lingkungan sekitar, seperti keluarga, sekolah, komunitas, dan lembaga pemerintahan.
  2. Mengamati Interaksi dan Kegiatan Sosial
    Memperhatikan bentuk hubungan sosial yang terjadi, baik kerja sama maupun konflik, serta aktivitas ekonomi dan budaya yang berlangsung di masyarakat.
  3. Mengkaji Gejala Sosial
    Menganalisis berbagai permasalahan sosial yang muncul dengan menelusuri faktor penyebab dan dampaknya bagi kehidupan bersama.
  4. Menggunakan Metode Ilmiah IPS
    Mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara, atau survei sederhana guna memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Mengembangkan Cara Berpikir Kritis
    Mengajukan pertanyaan mendalam mengenai latar belakang suatu peristiwa sosial, menghubungkannya dengan konsep IPS, serta merancang alternatif solusi yang memungkinkan.

Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Fenomena Mudik Lebaran
    Peristiwa mudik Lebaran di Indonesia bukan hanya sekadar perpindahan penduduk secara massal, tetapi juga merupakan fenomena sosial dan ekonomi yang kompleks. Dari perspektif IPS, mudik memengaruhi pola konsumsi masyarakat, misalnya meningkatnya pembelian kebutuhan pokok, tiket transportasi, dan oleh-oleh. Selain itu, mudik mempererat relasi keluarga dan memperkuat tradisi budaya, seperti silaturahmi dan kegiatan ziarah keluarga. Fenomena ini juga menunjukkan perubahan sementara dalam dinamika kota misalnya kota besar menjadi relatif lengang yang berdampak pada sektor usaha dan layanan publik.
  2. Kegiatan Kerja Bakti / Gotong Royong
    Kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan merupakan contoh praktik gotong royong yang masih berlangsung di banyak desa maupun permukiman perkotaan. Aktivitas ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah masalah kesehatan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan ini melatih warga untuk bekerja sama, menghargai peran masing-masing, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial. Pendekatan IPS membantu kita menganalisis nilai sosial dan norma yang mendasari kegiatan gotong royong tersebut.
  3. Kenakalan Remaja di Sekolah
    Fenomena kenakalan remaja, seperti tawuran, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial, merupakan masalah sosial yang sering muncul di lingkungan sekolah. Berdasarkan pengamatan IPS, perilaku ini dipengaruhi oleh kondisi keluarga, lingkungan pergaulan, tekanan teman sebaya, serta pengaruh media digital. Dampak sosialnya dapat terlihat pada kualitas pendidikan, hubungan antar teman, dan keamanan sekolah. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan, pembinaan karakter, dan literasi digital menjadi langkah penting untuk mencegah dan mengatasi masalah ini.

Mengamati Lingkungan Sosial di Indonesia Berdasarkan Berita Aktual
Pengamatan lingkungan sosial melalui perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga bisa dilakukan dengan menelaah fenomena sosial yang dilaporkan oleh media. Dengan menganalisis berita, kita dapat memahami hubungan antara masalah lingkungan fisik dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Berikut beberapa contoh nyata di Indonesia:

Pencemaran Sungai Citarum, Jawa Barat
Fakta berdasarkan Berita dari media

Sumber: https://citarumharum.jabarprov.go.id/sampah-das-citarum-capai-15-838-ton-hari/

Berbagai media melaporkan bahwa Sungai Citarum tercemar parah akibat limbah dari pabrik tekstil. Air sungai menjadi keruh, berbau, dan berdampak pada kesehatan warga sekitar.

Pengamatan Sosial
Dampak sosialnya terlihat dari hilangnya sumber air bersih bagi warga, nelayan kehilangan mata pencaharian, dan meningkatnya kasus penyakit kulit. Fenomena ini menunjukkan ketidakseimbangan sosial akibat pencemaran lingkungan, sekaligus menegaskan pentingnya peran lembaga pengawas dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatra
Fakta berdasarkan Berita dari media

Sumber: www.tempo.co

Kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap yang luas, mengganggu penerbangan, meningkatkan kasus penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan merugikan sektor pariwisata.

Pengamatan Sosial
Anak-anak sekolah diliburkan, masyarakat harus mengenakan masker setiap hari, dan banyak sektor ekonomi terdampak, seperti pariwisata dan transportasi. Hal ini menunjukkan bagaimana kerusakan ekosistem secara langsung memengaruhi perilaku sosial, kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Masalah Sampah di Perkotaan, Contoh Jakarta
Fakta berdasarkan Berita dari media

Sumber: https://www.metrotvnews.com/play/bzGCeyV7-tumpukan-sampah-bikin-resah

Volume sampah perkotaan terus meningkat, terutama di musim hujan, menyebabkan penyumbatan saluran air dan banjir.

Pengamatan Sosial
Genangan banjir mengganggu aktivitas harian warga, menghambat transportasi, dan merusak fasilitas publik. Fenomena ini menunjukkan kurangnya kesadaran lingkungan dan kelemahan infrastruktur pengelolaan sampah, sehingga menimbulkan konsekuensi sosial yang nyata.

Fenomena Mudik Lebaran
Fakta berdasarkan Berita dari media

Sumber: https://www.kemhan.go.id/balitbang/2025/04/09/fenomena-pengaruh-mudik-saat-idul-fitri-terhadap-ketahanan-perekonomian-daerah.html

Liputan media menunjukkan kepadatan luar biasa di jalur-jalur utama, terminal, dan stasiun kereta, serta kemacetan panjang di berbagai kota.

Pengamatan Sosial
Mudik Lebaran menunjukkan mobilisasi sosial yang sangat besar, perubahan dinamika kota (misal kota besar menjadi relatif lengang), serta potensi gangguan keamanan dan kenyamanan transportasi. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kegiatan budaya dan tradisi masyarakat berinteraksi dengan aspek ekonomi, sosial, dan infrastruktur publik.

Dengan mengamati fenomena-fenomena sehari-hari seperti mudik, kerja bakti, dan kenakalan remaja, peserta didik dapat memahami bahwa kehidupan sosial memiliki pola, penyebab, dan dampak yang saling terkait. Pendekatan IPS membantu individu menjadi warga yang lebih sadar, kritis, dan aktif, sekaligus membekali kemampuan untuk merancang solusi yang konstruktif terhadap masalah sosial di lingkungan sekitar. Melalui pengamatan langsung maupun dari berita, peserta didik dapat melihat bahwa interaksi manusia, lingkungan, dan budaya membentuk dinamika sosial yang nyata, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Mengamati lingkungan sosial dalam kehidupan sehari-hari melalui perspektif IPS membantu Mengamati lingkungan sosial dalam kehidupan sehari-hari melalui perspektif IPS membantu kita menyadari bahwa setiap fenomena mulai dari mudik Lebaran, kerja bakti, hingga masalah sampah atau pencemaran tidak berdiri sendiri. Setiap peristiwa memiliki pola, penyebab, dan dampak yang saling terkait dengan kehidupan masyarakat. Melalui kemampuan observasi, analisis, dan refleksi, peserta didik dapat menumbuhkan kesadaran kritis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta komunitas di sekitarnya.

Lebih dari sekadar memahami, pendekatan IPS juga mendorong tindakan nyata. Dengan pemahaman yang tepat, individu dapat menjadi warga yang aktif, peduli, dan mampu merancang solusi konstruktif, sehingga berkontribusi pada terbentuknya masyarakat yang lebih harmonis, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengamatan sosial sehari-hari bukan hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga langkah awal untuk menciptakan perubahan positif yang nyata bagi lingkungan dan kehidupan sosial kita.

Referensi:
adan Pusat Statistik. (2022). Statistik sosial dan budaya Indonesia 2022. BPS. https://www.bps.go.id
Departemen Pendidikan Nasional. (2013). Kurikulum 2013: Buku guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs. Jakarta: Kemendikbud.
Gramedia Literasi. (2025). 8 contoh fenomena sosial, pengertian hingga dampaknya. Gramedia. https://www.gramedia.com/literasi/contoh-fenomena-sosial/
Indonesia Environment & Energy Center. (2025). 20 masalah lingkungan serius di Indonesia: Penyebab, dampak, dan solusi. Environment Indonesia. https://environment-indonesia.com/20-masalah-lingkungan-serius-di-indonesia-penyebab-dampak-dan-solusi/
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Laporan tahunan kualitas lingkungan hidup Indonesia 2021. KLHK. https://www.menlhk.go.i
Kompas.com. (2022, Mei 30). Fenomena mudik Lebaran 2022: Lonjakan transportasi dan dampaknya. https://www.kompas.com
Nugroho, A. (2020). Fenomena sosial dan perilaku masyarakat: Perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pramono, E., & Suryanto, D. (2019). Dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan masyarakat di Kalimantan. Jurnal Ilmu Sosial dan Lingkungan, 5(2), 45–53. https://doi.org/10.1234/jisl.v5i2.4567
Republika. (2022, Juni 1). Sungai Citarum tercemar limbah pabrik tekstil. https://www.republika.co.id
Tempo.co. (2021, Agustus 15). Karhutla menyebabkan ribuan warga terdampak kabut asap. https://www.tempo.co

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top