Kampuspedia, OHM Academy- Dalam artikel kampus pedia ini kami akan memberikan penjelasan singkat terkait seleksi mandiri menuju perguruan tinggi negeri impian.
Setiap tahun, banyak siswa bermimpi untuk diterima di perguruan tinggi favorit. Namun, persaingan yang sengit melalui jalur nasional seperti SNBP atau SNBT membuat beberapa calon mahasiswa mencari alternatif lain. Salah satu opsi yang bisa dimanfaatkan adalah Tes Mandiri atau Seleksi Mandiri, yakni jalur penerimaan yang diselenggarakan langsung oleh masing-masing perguruan tinggi. Jalur ini memungkinkan siswa menunjukkan kemampuan akademik maupun nonakademik dengan lebih leluasa, sekaligus memberikan peluang masuk ke program studi impian meskipun belum lolos melalui jalur nasional.
Seleksi Mandiri, yang juga dikenal sebagai Ujian Mandiri, merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara langsung oleh masing-masing perguruan tinggi negeri (PTN), bukan melalui sistem seleksi nasional. Dengan sistem ini, setiap kampus memiliki kebebasan untuk menentukan aturan, syarat, dan metode seleksi sendiri. Bentuk seleksinya bisa bermacam-macam, mulai dari ujian tertulis, penilaian nilai rapor, evaluasi portofolio, pencatatan prestasi akademik maupun non-akademik, atau kombinasi dari beberapa metode tersebut.
Mengapa Tes Mandiri Menjadi Pilihan Menarik
Setelah jalur nasional seperti SNBP dan SNBT selesai, jalur mandiri memberikan kesempatan kedua bagi siswa yang belum berhasil lolos, sehingga peluang untuk masuk ke perguruan tinggi favorit tetap terbuka. Karena setiap kampus memiliki kebijakan sendiri, calon mahasiswa bisa memilih jalur yang paling sesuai dengan profil dan kelebihan mereka, misalnya nilai rapor yang tinggi, prestasi tertentu, atau kemampuan lain di luar tes tertulis. Selain itu, jalur mandiri juga bisa menjadi alternatif untuk program studi dengan persaingan ketat, atau bagi siswa yang ingin meningkatkan peluang diterima tanpa harus menghadapi kompetisi yang sangat sengit di jalur nasional.
Bagaimana Mekanisme dan Bentuk Tes Mandiri
Setiap perguruan tinggi negeri (PTN) memiliki kebijakan yang berbeda, namun secara umum, seleksi melalui jalur mandiri dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
- Tes tertulis, baik berupa materi umum maupun khusus sesuai jurusan, misalnya kemampuan akademik/skolastik, penalaran, atau materi jurusan tertentu.
- Menggunakan nilai dari tes nasional, seperti UTBK/SNBT, tergantung ketentuan masing-masing kampus.
- Penilaian berdasarkan nilai rapor dan prestasi, baik akademik maupun non-akademik, yang dikumpulkan dari sekolah atau dokumen pendukung.
- Kombinasi dari beberapa metode di atas sesuai kebijakan perguruan tinggi.
Kuota, Biaya, Persyaratan dan Hal yang Perlu Diketahui
- Banyak PTN menetapkan bahwa kuota jalur mandiri maksimal sekitar 30% dari total daya tampung program studi, meskipun jumlah ini bisa berbeda-beda tergantung kampus dan kebijakan masing-masing.
- Biaya pendaftaran untuk jalur mandiri biasanya ditentukan oleh tiap perguruan tinggi, sehingga bisa lebih tinggi atau berbeda dibanding jalur nasional.
- Persyaratan umum meliputi ijazah/SKL dari lulusan SMA/MA/SMK, dokumen nilai/rapor/transkrip, dan kadang sertifikat prestasi atau portofolio jika diperlukan.
Kelebihan dan Kekurangan dari Seleksi Mandiri
| Kelebihan | Kekurangan / Tantangan |
| Memberikan kesempatan tambahan di luar jalur nasional seperti SNBP dan SNBT | Persaingan tetap ketat karena banyak peserta yang mengikuti jalur mandiri |
| Memungkinkan pemanfaatan nilai rapor, prestasi, atau keunggulan lain selain tes tertulis | Persyaratan dan mekanisme berbeda di setiap kampus, sehingga perlu penelitian dan penyesuaian |
| Peluang masuk ke perguruan tinggi favorit meski belum lolos jalur nasional | Biaya pendaftaran biasanya lebih tinggi dibanding jalur nasional |
| Metode seleksi lebih fleksibel dan beragam | Tidak ada jaminan lolos; hasil tetap tergantung pada persaingan dan kebijakan kampus |
Tips Memaksimalkan Peluang Ikut Tes Mandiri
- Periksa dengan teliti persyaratan dan ketentuan dari perguruan tinggi dan jurusan yang dituju, karena masing-masing PTN memiliki aturan yang berbeda.
- Optimalkan dokumen pendukung, terutama jika kampus menerima nilai rapor atau portofolio; pastikan nilai akademik dan dokumen terkait sudah rapi dan lengkap.
- Siapkan tes tertulis dengan baik, termasuk melatih soal penalaran, materi dasar jurusan, serta kemampuan bahasa dan matematika jika diperlukan.
- Perhatikan jadwal pendaftaran dan persyaratan administrasi, agar tidak terlewat atau terlambat.
- Miliki rencana cadangan, misalnya mengikuti kombinasi jalur nasional dan mandiri, untuk meningkatkan peluang diterima.
Contoh Perguruan Tinggi dan Jalur Seleksi Mandirinya
| PTN | Jalur Mandiri & Catatan 2025 |
| Universitas Indonesia (UI) | Jalur mandiri: SIMAK UI. UI tahun 2025 membebaskan uang pangkal (IPI) untuk mahasiswa yang masuk lewat jalur mandiri. Biaya pendaftaran tetap berlaku sebagai perbedaan dengan jalur nasional. |
| Universitas Gadjah Mada (UGM) | Membuka jalur mandiri dengan berbagai skema seperti seleksi berdasarkan rapor/prestasi ataupun tes (CBT), lewat jalur seperti PBUB / jalur reguler 2025. Ada opsi tanpa uang pangkal/SPi untuk jalur tertentu. |
| Institut Pertanian Bogor (IPB University) | Jalur mandiri meliputi dua opsi: seleksi melalui skor nilai UTBK SNBT atau melalui ujian online khusus jalur mandiri (bagi pendaftar tanpa UTBK). Pendaftar bisa memilih salah satu atau keduanya, dan diterima berdasarkan nilai terbaik yang diperoleh. |
| Universitas Brawijaya (UB) | Melalui jalur mandiri (contohnya SMUB), UB menerima pendaftar dari lulusan SMA/SMK/sederajat, dengan syarat seperti SKL/NISN, dan rata‑rata rapor minimal tertentu. Juga ada jalur vokasi / PSDKU. Biaya pendaftaran untuk jalur vokasi/PSDKU di 2025 tercatat sebesar Rp 500.000. |
| Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) | Jalur mandiri (misalnya SMITS 2025) menerima pendaftar dengan nilai UTBK SNBT, baik untuk jalur kemitraan maupun umum. |
| Universitas Negeri Semarang (UNNES) | UNNES menerima pendaftar lewat jalur mandiri nilai UTBK SNBT. Pendaftaran biasanya dibuka dalam gelombang tertentu tiap tahun. |
Jalur Tes Mandiri PTN merupakan alternatif strategis bagi siswa yang bercita-cita masuk perguruan tinggi favorit. Fleksibilitasnya yang disesuaikan dengan kebijakan masing-masing kampus membuat jalur ini menjadi kesempatan tambahan, khususnya bagi mereka yang belum berhasil melalui jalur nasional. Meski begitu, persaingan tetap ketat dan mekanismenya berbeda antar kampus, sehingga persiapan matang dan pemahaman persyaratan sangat penting agar peluang lolos bisa maksimal.
Referensi:
Bintang Pelajar. (2025). Mengenal Ujian Mandiri PTN dan Kelebihannya. Bimbel Islami. Diakses dari https://www.bintangpelajar.com/mengenal-ujian-mandiri-ptn-dan-kelebihannya
Cakrawala University. (2025). Ujian Mandiri Adalah: Pengertian dan Mekanisme. Diakses dari https://www.cakrawala.ac.id/blog/ujian-mandiri-adalah
Detik.com. (2025). 15 PTN Ini Masih Buka Seleksi Mandiri pada Juni 2025. Diakses dari https://www.detik.com/edu/seleksi-masuk-pt/d-7953639/15-ptn-ini-masih-buka-seleksi-mandiri-pada-juni-2025-ada-ui-ugm
Kompas.com. (2025). 7 PTN Punya Jalur Mandiri 2025 Tanpa Biaya Uang Pangkal. Diakses dari https://www.kompas.com/edu/read/2025/04/14/123200871/7-ptn-punya-jalur-mandiri-2025-tanpa-biaya-uang-pangkal-atau-ipi
Kompaspedia. (2025). Jalur Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Kompas. Diakses dari https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/jalur-mandiri-masuk-perguruan-tinggi-negeri
Mamikos. (2025). Apa Itu Jalur Mandiri Masuk Perguruan Tinggi PTN. Diakses dari https://mamikos.com/info/apa-itu-jalur-mandiri-masuk-perguruan-tinggi-ptn-mhs
Simbus PTN Blog. (2025). Panduan Seleksi Mandiri PTN. Diakses dari https://blog.simbusptn.com/2024/06/apa-itu-ujian-mandiri-pengertian-dan.html
Universitas Pasundan. (2025). Persyaratan Masuk Jalur Mandiri di PTN. Diakses dari https://www.unpas.ac.id/yuk-ketahui-persyaratan-masuk-jalur-mandiri-di-ptn


