Peluang Emas Mengikuti Sekolah Kedinasan

Dalam dunia pendidikan di Indonesia sekolah kedinasan menjadi salah satu jalur paling diminati oleh sebagian besar pelajar yang mempunyai impian masa depan cerah dengan kepastian karier. Sekolah-sekolah kedinasan ini tidak hanya menawarkan pedidikan yang berkualitas tinggi melainkan memberikan jaminan lulusannya langsung berkerja di instansi pemerintahan. Jadi sudah menjadi hal yang biasa apabila setiap tahun ribuan calon mahasiswa berlomba-lomba memperebutkan kursi di sekolah kedinasan.

Apa Itu Sekolah Kedinasan dan Mengapa Disebut Peluang Emas

Sekolah kedinasan merupakan perguruan tinggi yang dikelola oleh kementrian atau lembaga pemerintah untuk mencetak tenaga professional yang akan berkecimpung dalam sektor pemerintahan. Sekolah kedinasan yang ada di Indonesia sangat beragam dan tersebar diberbagai kementrian dan lembaga pemerintah, seperti beberapa contoh sekolah kedinasan yang paling popular diantaranya sebagai berikut:

  • IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) dibawah naungan kementrian dalam negeri
  • STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN) dibawah naungan Kementrian Keuangan
  • STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negera) dibawah naungan Badan Intelejen Negara
  • POLTEKIM (Politeknik Imigrasi) dan POLTEKIP (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan) dibawah naungan kementrian Hukum dan hak asasi manusia (Kemenhumkman), pada tahun 2024 lalu telah dileburkan menjadi POLTEKPIN (Politeknik Pengayoman Indonesia) oleh Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
  • STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) di bawah naungan BMKG (Badan Met eorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Keuntungan Mengikuti Sekolah Kedinasan

  1. Jaminan kerja setelah lulus, merupakan keunggulan yang paling utama dari sekolah kedinasan. Pada umumnya setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan dari sekolah tersebut biasanya langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negera (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di instansi pemerintah yang dinaunginya setelah memenuhi persyaratan, dengan proses pengangkatan tetap melalui birokrasi resmi dan membutuhkan kesabaran untuk menunggu SK pengangkatan.
  2. Biaya Pendidikan yang Ringan, Bahkan Gratis. Sebagian besar sekolah kedinasan menanggung semua biaya pendidikan, beberapa sekolah kedinasan seperti Politeknik Keungan Negara (PKN STAN), Politeknik Statiska STIS, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Sekolah Tinggi Intelijen Negera (STIN). Sekolah-sekolah ini ditanggung oleh kemetrian atau lembaga terkait yang menanungi sekolah tersebut, termasuk biaya pendidikan, asrama hingga uang saku dibeberapa instansi tertentu. Akan tetapi tetap ada biaya lain yang perlu ditanggung oleh mahasiwa seperti, biaya pendaftaran, biaya administrasi, serta biaya seragam dan perlengkapan yang harus dipersiapkan.
  1. Pendidikan Disiplin dan Berkarakter, sekolah kedinasan pada umumnya menekannya pendidikan disiplin dan berkarakter sebagai salah satu tujuan utama, selain meberikan ilmu pengetahuan. Penekanan ini dilakukan berdasarkan aturan yang ketat, pelatihan semi militer, dan penanaman nilai-nilai seperti integeritas dan tanggungjawab. Akan tetapi setiap sekolah kedinasan memiliki aturan dan kurikulum yang berbada, semuanya memiliki kekhususan masing-masing tergantung pada instansi yang menaunginya, secara umum semua memiliki struktur pendidikan yang terartur dengan membentuk karakter disiplin untuk lulusan yang professional dan siap kerja di sektor pemerintahan.
  1. Peluang karier yang luas dan stabil, bagi lulusan sekolah kedinasan telah memiliki prospek karier yang jelas, luas dan stabil, terutama karena lulusannya sering kalii langsung diangkat menjadi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS). Kestabilan ini didukung oleh jalur karier yang tersturktur, kesempatan pengembangan yang jelas, serta gaji yang sesuai dengan standar PNS. Penempatan sesuai keahlian, luluasn sering kali ditempatkan di intasni sesuai dengan bidang studi. Misalnya, Lulusan PKN STAN dapat bekerja di kemetrian keuangan di ditjen pajak atau bea cukai, sementara lulusan IPDN akan menjafi ujung tombak di pemerintaham daerah.

Tantangan Sekolah Kedinasan yang Perlu Diketahui

Walaupun sekolah kedinasan terkesan menjanjikan tentang masa depan yang pasti, untuk masuk ke dalam sekolah kedinasan tersebut bukanlah suatu hal yang mudah. Terdapat proses seleksi yang sagat ketat, mencakup tes akademik, psikotes, tes kesehatan, hingga tes fisik. Oleh karena itu, bagi yang ingin mendaftar perlu mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari, baik dari sisi akademik maupun mentak.

 Terdapat tantangan yang mungkin akan dihadapi oleh para calon pendaftar

  1. Persaingan yang sangat ketat
  • Jumlah pendaftar jauh lebih banyak dibandingkan ketersediaan kursi di sekolah tersebyt, yang membuat persaingan semakin memesat dan berpotensi menjadi sangat tinggi. Maka calon pendaftar harus menunjukkan performa terbaik di setiap tahapan seleksi agar dapat lolos
  1. Seleksi fisik yang ketat
  • Tes fisik menjadi tantangan utama bagi calon pendaftar, terutama bagi peserta yang tidak memiliki kondisi fisik atau kebugaran yang memadai
  • Tes ini biasanya mencakup tes lari, push up, sit-up, dan tes kebugaran lainnya,
  • Tes kesehatan yang ketat juga menjadi penghalang, baik itu terkait kesehatan umum, berat badan, maupun tes mata misalnya silinder.
  1. Proses administrasi yang rumit
  • Mengurus dokumen seperti ijazah, ktp, kk dan dokumen lainnya perlu ketelitian dan waktu eksra
  • Kesalahan kecil dalam pengisian formulir atau ketidaksesuaian data dapat mengahambat proses pendaftaran.
  1. Persiapan tes yang kompleks
  • Seleksi sekolah kedinasan tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga psikologis dan fisik
  • Prsiapan harus dilakukan secara menyeluruh untuk berbagai tes, misalnya seleksi kompetensi dadar (SKD) yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). 
  • Beberapa sekolah terdapat tes psikologi dan tes kesamaptaan yang sangat diperlukan persiapan matang.
  1. Adadaptasi dengan lingkungan baru
  • Setelah lolos seleksi, tentunya akan menghadapi tantangan beradaptasi, lingkungan sekolah kedinasan biasanya punya aturan yang sangat ketat dan disiplin tinggi. Bagi peserta atau mahasiswa baru tentunya harus mempunya strategi tersendiri bagaimana cara menyesuaikan diri dengan runinitas dan budaya baru di sekolah kedinasan.
  1. Tuntutan akademis yang tinggi
  • Standar akadmeis di sekolah kedinasan biasannya cenderung tinggi dan fokus pada bidang spesifik yang dibutuhkan instansi pemerintah terkait.
  1. Kehidupan sosial terbatas
  • Kesibukan di sekolah kedinasan seringkali menyebabkan kehidupan sosial menjadi terbatas karena adanya aturan yang sangat ketat, jadwal yang padat, serta tututan fisik
  1. Kompetisi yang ketat
  • Walaupun sudah lolos seleksi, kompetisi di dalam sekolah kedinasan tetap ketat dan membutuhkan performa terbaik untuk meraih peluang lebih baik di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan persaingan tidak berhenti setelah pendaftaran selesai akan tetapi akan berlanjut degan kegiatan belajar dan evaluasi disetiap jenjang pendidikan.
  • Persiapan dan Cara Mengatasi Tantangan Sekolah Kedinasan

Beberapa tips persiapannya yaitu diantaranya:

  • Rajin berlatih soal-soal SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) seperti TWK, TIU, dan TKP.
  • Susun jadwal belajar teratur, ikut bimbingan belajar jika perlu, dan latih manajemen waktu. Jangan lupa berdoa dan tetap tenang saat ujian berlangsung.
  • Menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, karena banyak sekolah kedinasan yang mensyaratkan tes kesamaptaan.
  • Bangun mental tangguh dan terbuka terhadap perubahan. Anggap aturan sebagai pembentuk karakter, bukan beban. Belajarlah dari senior dan jadikan mereka contoh positif
  • Disiplin belajar dan jaga keseimbangan antara akademik, fisik, dan mental. Jangan takut bertanya dan manfaatkan waktu belajar seefektif mungkin.

Mengikuti sekolah kedinasan merupakan peluang emas bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas  sekalogus jaminan karier yang jelas di sektor pemerintahan. Akan tetapi disebalik peluang itu, dibuthkan kerja keras, kediplinasn, dan semangat pantang menyerah dalam mepersiapkan diri dalam menghadapi seleksi yang ketat.

Referensi:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2023). Panduan pendaftaran Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG). Diakses dari https://stmkg.bmkg.go.id/panduan-pendaftaran.

Direktorat Jenderal Pajak. (2022). Prospek karier lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN di sektor keuangan negara. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Diakses dari https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/prospek-karier-stan

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). (2021). Kurikulum dan sistem pendidikan disiplin di IPDN. Kemendagri Republik Indonesia. Diakses dari https://www.ipdn.ac.id/kurikulum-pendidikan.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). (2023). Seleksi masuk Politeknik Imigrasi dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan: Persyaratan dan tantangan. Diakses dari https://www.kemenkumham.go.id/seleksi-poltekim-poltekip.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2022). Biaya pendidikan dan jaminan kerja lulusan PKN STAN. Diakses dari https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/biaya-stan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. (2017). Jaminan pengangkatan ASN lulusan sekolah kedinasan. Sekretariat Negara. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/PP/11/2017.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. (2014). Struktur karier dan kestabilan PNS dari sekolah kedinasan. Sekretariat Negara. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/UU/5/2014.  Widodo, A. (2020). Sekolah kedinasan di Indonesia: Peluang dan tantangan bagi generasi muda. Jurnal Pendidikan Administrasi Publik, 8(2), 45-62. Universitas Terbuka. Diakses dari https://jurnal.ut.ac.id/index.php/jpap/article/view/1234

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top