Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Sekolah dan Rumah: Pelajaran Sosial yang Berguna Setiap Hari

Learning Zone, OHM Academy–Dalam artikel learning zone ini kami akan mengulas Pelajaran sosial yang sering digunakan atau dilakukan dalam kegiatan sehari-hari baik itu di rumah atau pun di sekolah yang berkaitan dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhubungan dengan orang lain, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitar. Ketika kita belajar bekerja sama dengan teman, menghargai guru, mematuhi aturan, serta membantu orang tua di rumah, secara tidak langsung kita telah menerapkan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). PKN tidak hanya dipelajari melalui buku pelajaran, tetapi juga berperan penting dalam membentuk sikap tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, mempelajari PKN sejak dini sangat penting agar nilai-nilainya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), yang dalam kurikulum nasional dikenal sebagai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), tidak hanya merupakan mata pelajaran resmi di sekolah. PKN juga menjadi bekal penting bagi siswa dalam menjalani kehidupan sosial sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

  1. Apa Itu PKN / PPKn?
    PKN merupakan mata pelajaran yang bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembelajaran PKN tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan pendidikan nilai dan pembentukan karakter yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
  2. Tujuan Utama Pendidikan Kewarganegaraan
    Berdasarkan kurikulum nasional, PPKn bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam berbagai aspek kewarganegaraan, antara lain:

    1. Sikap kewarganegaraan, yaitu sikap teguh, memiliki komitmen, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
    2. Pengetahuan kewarganegaraan, berupa pemahaman tentang hak dan kewajiban, norma yang berlaku, sistem pemerintahan, serta kehidupan bermasyarakat.
    3. Keterampilan kewarganegaraan, yaitu kemampuan berpikir kritis, berpartisipasi secara aktif, dan mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab dalam kehidupan sosial dan demokratis.
      Dengan demikian, PKN bertujuan membentuk warga negara yang berkarakter baik, bertanggung jawab, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

  3. PKN di Sekolah: Pelajaran Sosial yang Dapat Langsung Dipraktikkan

    1.  Menanamkan Nilai Moral dan Pembentukan Karakter
      Di lingkungan sekolah, pembelajaran PKN tidak hanya berisi hafalan tentang politik atau hukum, tetapi lebih menekankan pada pembentukan karakter dan nilai moral, seperti:

      • Sikap toleransi terhadap sesama,
      • Rasa tanggung jawab sosial,
      • Kejujuran dalam bersikap dan bertindak,
      • Kemampuan bekerja sama serta menghargai perbedaan.
        Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial siswa sehari-hari di sekolah.

    2. Meningkatkan Kesadaran sebagai Warga Negara
      Melalui PKN, siswa dibantu untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Dengan pemahaman ini, siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini mencakup sikap patuh terhadap hukum, menghormati peraturan yang berlaku, serta ikut serta dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.
    3. Mengembangkan Keterampilan Sosial dan Kemampuan Berpikir Kritis
      Pembelajaran PKN dilakukan melalui diskusi, simulasi, dan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Dengan cara ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis dan mampu menghadapi serta menyelesaikan permasalahan sosial secara bijak. Keterampilan ini sangat berguna dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab, baik di sekolah maupun di masyarakat.

  4. PKN di Rumah: Kelanjutan Pendidikan Sosial
    Pendidikan kewarganegaraan tidak berhenti di sekolah saja. Lingkungan keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anak untuk mengenal serta menerapkan nilai-nilai sosial secara langsung.

    1. Peran Orang Tua sebagai Pendidik Utama
      Orang tua memiliki peran penting dalam memperkuat pembelajaran PKN dengan cara:|

      • Mengajak anak berdiskusi tentang nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari,
      • Menanamkan sikap sopan santun, empati, dan tanggung jawab dalam keluarga,
      • Memberikan teladan dalam menaati aturan serta bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya.

    2. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga
      Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya:

      • Nilai Persatuan Indonesia diwujudkan melalui sikap saling menghargai antar anggota keluarga,
      • Nilai Keadilan Sosial diterapkan dengan bersikap adil di dalam rumah.
        Melalui kebiasaan ini, anak dapat belajar hidup bermasyarakat dengan sikap saling menghormati dan bekerja sama secara berkelanjutan.

  5. PKN sebagai Pelajaran Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
    Penerapan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dalam kehidupan sehari-hari bertujuan membentuk warga negara yang memiliki rasa tanggung jawab, bersikap demokratis, serta berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Contoh penerapannya dapat dilihat melalui sikap toleransi antarumat beragama, semangat gotong royong, kebiasaan bermusyawarah dalam mengambil keputusan, ketaatan terhadap hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta rasa cinta terhadap produk dalam negeri. PKN juga memberikan banyak manfaat penting bagi kehidupan modern, di antaranya:

    1. Membantu membentuk warga negara yang memahami hak dan kewajiban secara nyata.
    2. Menanamkan nilai moral, etika, serta sikap toleransi dalam kehidupan sosial
    3. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, partisipasi aktif, dan rasa tanggung jawab sosial yang bermanfaat sepanjang hidup.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) berperan besar dalam membentuk sikap serta perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. PKN tidak hanya mengajarkan pengetahuan mengenai negara dan hukum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Pancasila, seperti rasa tanggung jawab, sikap toleransi, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui penerapan nilai-nilai PKN di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, siswa dapat berkembang menjadi warga negara yang berakhlak baik, bersikap demokratis, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Oleh sebab itu, pemahaman dan pengamalan PKN sejak dini sangat penting untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan adil.

REFERENSI :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. https://cdn-gbelajar.simpkb.id
Media Indonesia. (2024). Pentingnya pendidikan kewarganegaraan di sekolah. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com
Saragih, A., & Siregar, R. (2023). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Sosial, 5(2), 45–52. https://jurnal.insanciptamedan.or.id
Setiawan, D. (2022). Pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana pembentukan sikap toleransi siswa. Journal of Social Science and Civic Education, 4(1), 12–20. https://jurnal.ucy.ac.id
Sianturi, Y. R. U., & Dewi, D. A. (2021). Penerapan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari‑hari dan sebagai pendidikan karakter. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1). https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1452
Yuliana, N., & Pratama, R. (2023). Implementasi nilai Pancasila dalam pendidikan kewarganegaraan di lingkungan keluarga. Jurnal Civics dan Pendidikan Karakter, 7(1), 30–38. https://journal.ubpkarawang.ac.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top