EduFacts, OHM Academy- Dalam artikel EduFacts ini mengajak kita menyingkap rahasia otak dalam proses belajar melalui berbagai fakta menarik yang penting untuk diketahui. Pernahkah terlintas di pikiranmu mengapa sebagian orang tampak cepat memahami pelajaran, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasainya? Jawabannya ternyata tersembunyi di dalam otak kita sendiri. Setiap kali kita mempelajari sesuatu, otak tidak hanya menyimpan informasi, tetapi juga membangun koneksi baru antar sel saraf yang membantu memperkuat ingatan dan memudahkan kita menerapkan pengetahuan tersebut. Memahami bagaimana otak bekerja saat belajar bisa menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan belajar kita. Dengan mengenali cara dan mekanismenya, kita dapat menemukan metode belajar yang lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan gaya masing-masing individu.
Untuk memahami lebih dalam keajaiban otak dalam proses belajar, mari kita telusuri sejumlah fakta ilmiah menarik mulai dari bagaimana otak menciptakan jalur koneksi baru, hingga bagaimana tidur dan motivasi berperan besar dalam menjaga serta memperkuat daya ingat.
- Koneksi Antar Neuron Menguat Melalui Proses Belajar
Setiap kali kita memperoleh pengetahuan atau keterampilan baru, otak sebenarnya sedang memperkuat hubungan komunikasi antar sel saraf. Proses ini disebut neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk menyesuaikan diri serta membentuk jalur-jalur baru sebagai respons terhadap pengalaman belajar.
Pada tahap awal mempelajari sesuatu seperti saat belajar memainkan alat musik atau mempelajari bahasa asing hubungan antar neuron masih terbentuk secara lemah. Namun, ketika kegiatan tersebut dilakukan secara berulang dan konsisten, jalur komunikasi di otak akan menjadi semakin kuat dan stabil. Hal ini menjelaskan mengapa latihan yang dilakukan secara rutin jauh lebih efektif dibandingkan belajar dalam waktu singkat namun intens. Proses belajar terjadi ketika otak memperkuat koneksi antar neuron. Semakin sering suatu aktivitas dilatih, semakin cepat dan mudah otak mengakses kembali informasi yang telah tersimpan. - Waktu dan Pola Belajar Menentukan Efektivitas
Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa metode belajar yang dilakukan secara bertahap dan terjadwal (dikenal sebagai spaced learning) jauh lebih efektif dibandingkan dengan kebiasaan belajar dalam waktu panjang sekaligus (cramming). Otak manusia memerlukan jeda di antara sesi belajar untuk mengolah serta menyimpan informasi secara optimal. Selain itu, melakukan beberapa aktivitas sekaligus saat belajar atau multitasking dapat menurunkan kemampuan fokus. Setiap kali perhatian berpindah dari satu hal ke hal lain, otak membutuhkan waktu tambahan untuk kembali berkonsentrasi, sehingga proses belajar menjadi kurang efisien.
Tips:- Biasakan belajar sedikit demi sedikit namun konsisten setiap hari, bukan mendadak menjelang ujian.
- Fokus pada satu kegiatan belajar dalam satu waktu agar otak dapat bekerja dengan maksimal.
- Tidur Berperan Penting dalam Memperkuat Ingatan
Tidur bukan sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat, tetapi juga merupakan momen penting bagi otak untuk memperkuat dan menata ulang memori. Ketika kita tidur, otak mengorganisasi informasi yang telah diterima sepanjang hari, memindahkannya dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Inilah alasan mengapa orang yang memiliki waktu tidur cukup cenderung lebih mudah mengingat materi yang telah dipelajari. Sebaliknya, kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan kemampuan berpikir, serta membuat ingatan menjadi lemah.
Tips:- Usahakan tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam agar proses penguatan memori berlangsung dengan baik.
- Hindari kebiasaan belajar hingga larut malam tanpa istirahat, karena dapat mengurangi efektivitas belajar.
- Otak Masih Berkembang Hingga Usia 25 Tahun
Bagian otak yang bertanggung jawab atas kemampuan perencanaan, pengendalian diri, dan pengambilan keputusan dikenal sebagai prefrontal cortex baru mencapai tingkat kematangan penuh sekitar pertengahan usia dua puluhan. Hal ini menjelaskan mengapa strategi belajar pada remaja dan orang dewasa bisa berbeda. Meski begitu, kemampuan otak untuk beradaptasi dan berubah tidak berhenti setelah usia 25. Sepanjang hidup, otak tetap mampu membentuk koneksi baru, asalkan terus diberikan stimulasi, tantangan, dan latihan yang konsisten. - Melupakan Merupakan Bagian Penting dari Proses Belajar
Mungkin terdengar kontra-intuitif, tetapi kemampuan otak untuk melupakan beberapa informasi sebenarnya membantu meningkatkan efisiensi kerjanya. Dengan menyingkirkan data yang kurang relevan, otak dapat lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan bermanfaat. Proses ini memastikan memori kita tidak dipenuhi dengan informasi yang tidak diperlukan, sehingga otak dapat berfungsi lebih optimal. Dengan kata lain, melupakan bukanlah kelemahan, melainkan mekanisme alami yang memungkinkan otak bekerja lebih efektif dalam menyaring dan mengatur informasi. - Motivasi dan Pengalaman Memengaruhi Cara Belajar
Setiap individu memiliki gaya belajar yang berbeda, dipengaruhi oleh motivasi, minat, serta pengalaman sebelumnya. Otak bekerja lebih optimal ketika mempelajari hal-hal yang menarik atau memiliki kaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, seseorang yang menyukai musik biasanya lebih cepat memahami konsep teori musik dibandingkan orang yang kurang tertarik di bidang tersebut. Oleh karena itu, menghubungkan materi yang dipelajari dengan pengalaman atau minat pribadi dapat membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna. - Fakta Menarik: Otak Selalu Aktif
Sering terdengar anggapan bahwa manusia hanya memanfaatkan 10% dari kapasitas otaknya. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh bagian otak tetap aktif, termasuk saat kita beristirahat atau tidur. Aktivitas ini mencerminkan betapa kompleks dan efisiennya cara kerja otak manusia dalam memproses informasi dan mengatur fungsi tubuh. Belajar tidak sekadar mengumpulkan informasi, melainkan merupakan proses yang kompleks di mana otak bekerja secara luar biasa. Mulai dari penguatan jalur antar neuron, pengaturan pola waktu belajar, hingga peran tidur dan motivasi, semua faktor ini berkontribusi besar terhadap efektivitas belajar.
Dengan memahami mekanisme kerja otak, kita bisa merancang strategi belajar yang lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan gaya masing-masing. Melalui latihan yang konsisten, fokus penuh, dan metode belajar yang tepat, kemampuan otak dapat dimaksimalkan untuk menyerap, menyimpan, dan menerapkan pengetahuan dengan optimal. Dengan demikian, belajar bukan hanya tentang lamanya waktu yang dihabiskan, tetapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkan cara otak bekerja untuk belajar secara paling efisien.
Referensi:
BrainFacts.org. (2023, October 19). How does the brain learn? Society for Neuroscience. https://www.brainfacts.org/thinking-sensing-and-behaving/learning-and-memory/2023/how-does-the-brain-learn-101923
DENT Institute. (n.d.). 22 facts about the brain | World Brain Day. https://www.dentinstitute.com/22-facts-about-the-brain-world-brain-day
Educational Neuroscience Network. (n.d.). What we know about the learning brain. https://www.educationalneuroscience.org.uk/resources/what-we-know-about-the-learning-brain
eLearning Industry. (n.d.). 6 scientifically proven brain facts every eLearning professional should know. https://elearningindustry.com/6-scientifically-proven-brain-facts-that-elearning-professionals-should-know
LPS Online, University of Pennsylvania. (n.d.). 7 fascinating facts about neuroscience and the brain: How well do you know your brain? https://lpsonline.sas.upenn.edu/features/7-fascinating-facts-about-neuroscience-and-brain-how-well-do-you-know-your-brain
