Corpspedia, OHM Academy – Pada artikel ini, Corpspedia akan membahas apa arti Casis dalam seleksi TNI Polri, mulai dari pengertian, tahapan seleksi, hingga panduan lengkap bagi calon peserta yang ingin mengikuti rekrutmen TNI maupun Polri. Istilah Casis atau Calon Siswa sering muncul dalam pengumuman resmi penerimaan, tetapi masih banyak yang belum memahami makna, status, dan proses seleksi yang harus dilalui sebelum resmi mengikuti pendidikan.
Banyak generasi muda di Indonesia bercita-cita menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam proses rekrutmen, calon peserta akan menjumpai berbagai istilah yang digunakan selama tahapan seleksi, salah satunya adalah Casis. Istilah ini kerap muncul dalam pengumuman resmi penerimaan, tetapi masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai arti Casis dan perannya dalam proses seleksi TNI maupun Polri.
Secara umum, Casis merupakan singkatan dari Calon Siswa, yaitu status yang diberikan kepada peserta yang telah lolos tahap pendaftaran dan sedang mengikuti seluruh rangkaian seleksi penerimaan. Selama berstatus sebagai Casis, peserta wajib melewati berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, kesamaptaan jasmani, hingga pantauan akhir (Pantukhir) sebelum dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan.
Penggunaan istilah Casis lebih umum dijumpai dalam proses penerimaan Polri. Sementara itu, pada rekrutmen TNI, istilah resmi yang sering digunakan adalah calon prajurit, calon taruna, calon bintara, atau calon tamtama. Meski demikian, dalam penggunaan sehari-hari, istilah Casis TNI maupun Casis Polri sama-sama merujuk pada peserta yang sedang menjalani proses seleksi untuk menjadi anggota.
Lalu, apa arti Casis dalam seleksi TNI dan Polri, bagaimana tahapan seleksinya, serta apa saja persyaratan yang harus dipenuhi? Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian Casis, alur seleksi, syarat pendaftaran, hingga tips mempersiapkan diri agar peluang lolos rekrutmen TNI atau Polri semakin besar.
- Apa Arti Casis?
Casis merupakan singkatan dari Calon Siswa, yaitu sebutan bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan administrasi awal dan sedang mengikuti seluruh proses seleksi penerimaan TNI maupun Polri. Status Casis diberikan sejak peserta dinyatakan lolos tahap administrasi hingga mengikuti seluruh rangkaian tes sebelum akhirnya diterima untuk menjalani pendidikan. Dengan kata lain, Casis masih berstatus sebagai peserta seleksi dan belum menjadi anggota TNI maupun Polri.Istilah ini sangat umum ditemukan dalam pengumuman rekrutmen, jadwal seleksi, hingga berbagai dokumen resmi penerimaan. - Apakah Istilah Casis Digunakan dalam Seleksi TNI dan Polri?
Ya, istilah Casis digunakan dalam proses seleksi TNI maupun Polri. Namun, terdapat perbedaan dalam penggunaan istilah tersebut di masing-masing institusi. Di lingkungan Polri, kata Casis (Calon Siswa) merupakan istilah resmi yang sering digunakan dalam berbagai tahapan rekrutmen. Sementara itu, TNI lebih banyak menggunakan sebutan lain yang disesuaikan dengan jalur penerimaan.- Casis dalam Seleksi Polri
Pada proses seleksi Polri, istilah Casis secara resmi digunakan untuk menyebut peserta yang telah mendaftar dan sedang mengikuti rangkaian seleksi penerimaan. Sebutan ini berlaku pada beberapa jalur rekrutmen, antara lain:- Akademi Kepolisian (Akpol)
- Bintara Polri
- Tamtama Polri
- SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana)
Istilah Casis dapat ditemukan dalam pengumuman, jadwal seleksi, hingga dokumen administrasi yang diterbitkan oleh panitia penerimaan Polri.
- Casis dalam Seleksi TNI
Berbeda dengan Polri, pada seleksi TNI istilah resmi yang lebih umum digunakan adalah Calon Prajurit, Calon Taruna, Calon Bintara, atau Calon Tamtama, tergantung pada jalur rekrutmen yang diikuti. Meskipun demikian, masyarakat masih sering menggunakan istilah Casis TNI untuk menyebut peserta yang sedang mengikuti proses seleksi masuk TNI. Pada dasarnya, baik istilah Casis maupun calon prajurit memiliki makna yang sama, yaitu peserta yang sedang menjalani tahapan seleksi sebelum dinyatakan lulus dan mengikuti pendidikan militer sesuai jalur penerimaannya.
- Casis dalam Seleksi Polri
- Kapan Seseorang Berstatus sebagai Casis?
Seseorang mulai berstatus sebagai Casis (Calon Siswa) setelah berhasil menyelesaikan proses pendaftaran dan dinyatakan memenuhi persyaratan awal dalam seleksi TNI maupun Polri. Pada tahap ini, peserta akan mengikuti seluruh rangkaian tes yang telah ditetapkan oleh panitia penerimaan sebelum berhak mengikuti pendidikan resmi.
Secara umum, seseorang disebut sebagai Casis apabila telah:- Melakukan pendaftaran melalui portal resmi penerimaan TNI atau Polri,
- Melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dipersyaratkan,
- Lolos tahap verifikasi administrasi, dan
- Mengikuti setiap tahapan seleksi sesuai jalur penerimaan yang dipilih.
Status Casis akan tetap melekat selama peserta menjalani proses seleksi. Status tersebut berakhir apabila peserta:- Dinyatakan lulus, sehingga berhak mengikuti pendidikan sebagai calon anggota TNI atau Polri, atau
- Dinyatakan tidak lulus pada salah satu tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku
Dengan demikian, status Casis merupakan fase awal yang menandai bahwa seorang peserta masih berada dalam proses rekrutmen dan belum resmi menjadi anggota TNI maupun Polri.
- Tahapan Seleksi Calon Siswa (Casis) TNI dan Polri
Proses seleksi Calon Siswa (Casis) TNI dan Polri dilaksanakan secara bertahap dengan sistem yang ketat dan transparan. Pada umumnya, seleksi berlangsung dalam dua tingkat, yaitu tingkat daerah dan tingkat pusat, sesuai dengan jalur penerimaan yang diikuti. Seluruh rangkaian tes bertujuan untuk menjaring calon anggota yang memiliki kemampuan akademik, kondisi fisik yang prima, kesehatan yang baik, mental yang kuat, serta integritas tinggi.
Berikut tahapan seleksi Casis TNI dan Polri yang umumnya harus dilalui peserta.- Seleksi Administrasi (Rikmin)
Tahap pertama adalah seleksi administrasi (Rikmin). Peserta diwajibkan melakukan pendaftaran melalui portal resmi penerimaan, kemudian mengikuti proses verifikasi dokumen di lokasi yang telah ditentukan, seperti Polres untuk seleksi Polri atau Ajendam/Korem pada seleksi TNI.
Dokumen yang diperiksa umumnya meliputi:- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Kartu Keluarga (KK)
- Akta Kelahiran
- Ijazah dan transkrip nilai
- SKCK
- Pas foto
- Dokumen pendukung lain sesuai persyaratan
Kelengkapan dan keabsahan dokumen menjadi syarat utama untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
- Tes Kesehatan Tahap I (Rikkes I)
Setelah lolos administrasi, peserta mengikuti Tes Kesehatan Tahap I (Rikkes I). Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi fisik peserta memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Pemeriksaan biasanya meliputi:- Tinggi dan berat badan,
- Postur tubuh,
- Tekanan darah,
- Kesehatan mata,
- Telinga, hidung, dan tenggorokan (tht),
- Gigi dan mulut,
- Pemeriksaan fisik umum.
- Tes Psikologi (Psikotes)
Pada tahap ini, peserta menjalani tes psikologi untuk mengukur tingkat kecerdasan, kepribadian, kemampuan berpikir logis, ketelitian, serta kesiapan mental dalam menghadapi pendidikan dan tugas sebagai anggota TNI atau Polri. Di beberapa jalur penerimaan, tes psikologi dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga proses penilaian berlangsung lebih objektif. - Tes Akademik
Tes akademik bertujuan mengukur kemampuan intelektual peserta sesuai jenjang pendidikan dan jalur penerimaan yang dipilih.
Materi yang diujikan umumnya meliputi:- Matematika,
- Bahasa Indonesia,
- Bahasa Inggris,
- Pengetahuan Umum,
- Wawasan Kebangsaan.
Komposisi materi dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing matra TNI maupun Polri.
- Tes Kesamaptaan Jasmani dan Antropometri
Tahapan ini menguji kemampuan fisik dan kesesuaian postur tubuh peserta. Tes kesamaptaan biasanya terdiri dari:- Samapta A, yaitu lari selama 12 menit.
- Samapta B, yang meliputi push up, sit up, pull up atau chinning, serta shuttle run.
- Tes renang sesuai ketentuan jalur seleksi.
Selain itu, peserta juga mengikuti tes antropometri untuk mengukur tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sesuai standar yang telah ditetapkan.
- Tes Kesehatan Tahap II (Rikkes II)
Peserta yang lolos tahap sebelumnya akan menjalani Tes Kesehatan Tahap II (Rikkes II). Pemeriksaan ini lebih mendalam dibandingkan Rikkes I karena mencakup evaluasi kondisi organ dalam dan kesehatan secara menyeluruh.
Pemeriksaan biasanya meliputi:- Tes darah,
- Tes urine,
- Rekam jantung (ekg),
- Rontgen,
- Pemeriksaan laboratorium,
- Pemeriksaan kesehatan jiwa.
- Tes Mental Ideologi (MI) dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK)
Pada tahap ini, panitia akan menilai ideologi, integritas, dan kepribadian peserta. Tes ini bertujuan memastikan setiap Casis memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta tidak memiliki keterlibatan dengan paham radikalisme maupun perilaku yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, dilakukan pula Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) untuk mengetahui rekam jejak, sikap, serta karakter calon peserta. - Sidang Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir)
Tahap terakhir dalam seleksi Casis TNI dan Polri adalah Sidang Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir). Pada tahap ini, seluruh hasil tes peserta akan dievaluasi secara menyeluruh berdasarkan nilai kumulatif dari setiap tahapan seleksi.
Peserta yang dinyatakan lolos Pantukhir tingkat daerah akan mengikuti seleksi Pantukhir tingkat pusat apabila jalur penerimaannya mengharuskan demikian. Selanjutnya, peserta dengan nilai terbaik dan memenuhi seluruh persyaratan akan ditetapkan sebagai calon siswa yang berhak mengikuti pendidikan resmi.
- Seleksi Administrasi (Rikmin)
Memahami arti Casis menjadi bekal penting bagi setiap calon peserta yang ingin mengikuti seleksi TNI maupun Polri. Sebagai singkatan dari Calon Siswa, Casis merupakan status yang diberikan kepada peserta yang telah lolos tahap administrasi awal dan sedang menjalani seluruh rangkaian seleksi sebelum resmi mengikuti pendidikan.
Dalam proses seleksi Casis TNI dan Polri, peserta akan menghadapi berbagai tahapan yang dirancang untuk menilai kemampuan akademik, kesehatan, kebugaran jasmani, kondisi psikologis, mental ideologi, hingga integritas. Oleh karena itu, persiapan yang matang, baik dari sisi fisik, mental, maupun administrasi, sangat diperlukan agar dapat melewati setiap tahapan dengan hasil yang maksimal.
Selain mempersiapkan diri secara optimal, calon peserta juga disarankan untuk selalu memantau informasi terbaru melalui portal resmi penerimaan TNI dan Polri. Dengan memahami alur seleksi, memenuhi seluruh persyaratan, serta menjaga disiplin dan kesehatan, peluang untuk lolos menjadi anggota TNI atau Polri akan semakin terbuka.
Semoga pembahasan mengenai apa arti Casis dalam seleksi TNI Polri, mulai dari pengertian, tahapan seleksi, hingga tips persiapan, dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi Anda. Persiapkan diri sejak dini, ikuti setiap proses seleksi dengan sungguh-sungguh, dan semoga berhasil meraih cita-cita untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI atau Polri.
REFERENSI:
Jadi Polisi. (n.d.). Casis artinya calon siswa Polri: Pengertian dan penjelasannya. https://jadipolisi.id/casis-artinya-calon-siswa-polri/
Jadi Polisi. (n.d.). Casis Polri: Pengertian, tahapan seleksi, dan persiapan. https://jadipolisi.id/casis-polri/
Kepolisian Negara Republik Indonesia. (n.d.). Visi dan misi Kepolisian Negara Republik Indonesia. https://polri.go.id/tentang/visi-dan-misi
SINDOnews. (2025, 19 Februari). Pertama dalam sejarah, Polri gunakan alat canggih EEG untuk seleksi Casis SIPSS di Akpol. https://nasional.sindonews.com/read/1531631/13/pertama-dalam-sejarah-polri-gunakan-alat-canggih-eeg-untuk-seleksi-casis-sipss-di-akpol-1739923332
Tactical in Police. (n.d.). Arti kata Casis Polri dan persiapannya. https://www.tacticalinpolice.com/arti-kata-casis-polri-dan-persiapannya/
YouTube. (n.d.). Video tentang seleksi Casis TNI/Polri. https://www.youtube.com/watch?v=hJzNMrMgPCQ


