Kenapa SKS Banyak Digemari Pelajar? Ini Alasannya

Edu Fact, Ohm Academy – Dalam artikel Edu Fact kali ini, kami akan mengulas lebih dalam mengenai Sistem Kebut Semalam (SKS), kebiasaan belajar yang cukup familiar di kalangan pelajar. Mengapa metode ini masih sering dilakukan, apa saja alasan di baliknya, dan bagaimana dampaknya terhadap proses belajar serta kesehatan? Pernah menunda belajar karena merasa waktu ujian masih panjang, tetapi akhirnya justru belajar semalaman sebelum ujian? Jika iya, kamu mungkin sudah tidak asing dengan Sistem Kebut Semalam (SKS).

Kebiasaan belajar dengan sistem maraton menjelang ujian ini cukup sering dilakukan oleh pelajar. Mulai dari membaca ulang materi, menghafalkan catatan, hingga menyelesaikan berbagai tugas dalam satu malam menjadi rutinitas ketika waktu sudah semakin mepet. Meski bisa membuat tubuh lelah dan waktu istirahat berkurang, Sistem Kebut Semalam masih menjadi pilihan bagi sebagian pelajar.

Lalu, kenapa SKS digemari pelajar? Apa yang membuat mereka lebih memilih belajar dalam waktu singkat menjelang ujian dibandingkan mencicil materi sejak jauh-jauh hari? Ternyata, ada beberapa alasan yang membuat kebiasaan ini terus dilakukan. Yuk, simak pembahasannya!

  1. Kenapa Sistem Kebut Semalam (SKS) Digemari Pelajar?
    Sistem Kebut Semalam (SKS) adalah kebiasaan belajar secara intens dalam waktu yang sangat singkat, biasanya dilakukan menjelang ujian atau ketika batas waktu pengumpulan tugas sudah dekat. Cara belajar seperti ini cukup familiar di kalangan pelajar dan mahasiswa, meskipun jika dilakukan terus-menerus dapat membuat proses belajar menjadi kurang optimal.
    Lalu, kenapa SKS digemari pelajar? Ada berbagai faktor yang dapat membuat seseorang memilih belajar dalam waktu semalam dibandingkan mempersiapkan materi secara bertahap, beberapa alasannya yaitu sebagai berikut:.
    1. Lebih Fokus karena Dikejar Waktu
      Ketika ujian atau deadline semakin dekat, rasa terdesak dapat membuat pelajar lebih berkonsentrasi pada materi yang harus segera diselesaikan. Tidak ada lagi banyak waktu untuk menunda sehingga perhatian sepenuhnya diarahkan pada persiapan ujian atau penyelesaian tugas.
      Situasi seperti ini sering dikenal dengan istilah “the power of kepepet”. Bagi sebagian pelajar, keberhasilan menyelesaikan banyak materi dalam waktu terbatas juga bisa memberikan kepuasan tersendiri, terlebih jika mereka mampu menghadapi ujian dengan hasil yang cukup baik.
    2. Terbiasa Menunda Waktu Belajar
      Prokrastinasi atau kebiasaan menunda pekerjaan juga dapat menjadi salah satu faktor munculnya kebiasaan SKS. Saat ujian masih beberapa hari atau bahkan minggu lagi, belajar sering dianggap masih bisa dilakukan nanti. Waktu yang ada akhirnya digunakan untuk kegiatan lain, seperti bermain, menonton, bersantai, atau menghabiskan waktu bersama teman. Tanpa terasa, waktu berlalu dan ujian pun semakin dekat. Materi yang seharusnya dipelajari secara bertahap akhirnya harus dikejar hanya dalam waktu semalam.
    3. Tugas dan Aktivitas yang Menumpuk
      Melakukan SKS tidak selalu berarti seseorang malas belajar. Dalam beberapa kondisi, pelajar memang harus membagi waktu untuk berbagai tugas dan aktivitas yang datang bersamaan. Selain tugas sekolah atau kuliah, ada pula proyek kelompok, praktikum, kegiatan organisasi, hingga urusan pribadi yang membutuhkan perhatian. Padatnya aktivitas tersebut dapat membuat waktu untuk belajar menjadi semakin terbatas. Akibatnya, belajar menjelang ujian sering menjadi solusi yang dianggap paling memungkinkan untuk mengejar materi yang belum sempat dipelajari.
    4. Menganggap Materi Masih Segar dalam Ingatan
      Ada pula pelajar yang merasa belajar menjelang ujian membuat materi lebih mudah diingat. Pasalnya, informasi yang baru saja dipelajari masih terasa familiar ketika mereka mulai mengerjakan soal.
      Jika cara tersebut pernah memberikan hasil ujian yang cukup memuaskan, seseorang bisa semakin yakin bahwa SKS merupakan metode belajar yang cocok untuk dirinya. Namun, mampu mengingat materi dalam waktu dekat tidak selalu berarti seseorang sudah benar-benar memahami materi tersebut. Pemahaman dan daya ingat untuk jangka panjang membutuhkan proses belajar yang lebih konsisten.
    5. Dianggap Lebih Praktis
      Bagi sebagian pelajar, SKS terlihat lebih praktis karena mereka tidak perlu menyisihkan waktu belajar setiap hari. Mereka cukup mengalokasikan waktu khusus menjelang ujian untuk mempelajari materi yang dianggap penting. Meski terlihat sederhana, cara ini dapat menjadi cukup melelahkan ketika jumlah materi yang harus dipelajari sangat banyak. Terlebih jika materi membutuhkan pemahaman konsep, latihan soal, atau pengulangan agar benar-benar dikuasai.
  2. Apakah Sistem Kebut Semalam Efektif?
    Sistem Kebut Semalam mungkin dapat membantu mengingat informasi dalam waktu singkat, terutama karena materi baru saja dipelajari sebelum ujian. Namun, menjadikan SKS sebagai pola belajar utama bukanlah pilihan yang ideal untuk proses pembelajaran jangka panjang. Belajar berjam-jam tanpa jeda juga dapat membuat tubuh dan pikiran lebih mudah lelah. Jika kebiasaan SKS dilakukan dengan begadang, waktu tidur pun bisa berkurang dan membuat kondisi tubuh kurang optimal saat menghadapi ujian. Karena itu, belajar secara bertahap dan teratur dapat menjadi cara yang lebih baik untuk memahami materi sekaligus mengurangi tekanan ketika ujian sudah semakin dekat.
  3. Cara Mengurangi Kebiasaan Sistem Kebut Semalam
    Jika kamu sering melakukan SKS, tidak perlu langsung mengubah kebiasaan secara drastis. Cobalah mulai dengan mencicil materi sedikit demi sedikit setiap hari. Buat jadwal belajar sederhana dan tentukan target yang realistis. Misalnya, jika ada lima bab yang harus dipelajari, kamu bisa membaginya menjadi satu bab setiap hari. Dengan begitu, ketika ujian semakin dekat, kamu tinggal mengulang dan memahami kembali materi yang sudah dipelajari.
    Selain mengatur waktu belajar, pastikan kamu juga memiliki waktu istirahat yang cukup. Belajar efektif bukan tentang siapa yang mampu belajar paling lama, tetapi bagaimana memanfaatkan waktu belajar secara teratur dan berkualitas.

Meski Sistem Kebut Semalam (SKS) terkadang menjadi solusi ketika waktu belajar sudah semakin mepet, sebaiknya kebiasaan ini tidak dilakukan terlalu sering. Belajar hingga larut malam untuk mengejar banyak materi dapat membuat tubuh lebih lelah dan waktu istirahat berkurang. Akibatnya, proses belajar justru bisa terasa semakin berat.

Karena itu, jangan hanya mengejar nilai ujian, tetapi pastikan kamu juga menjaga kesehatan dan memiliki waktu istirahat yang cukup. Mulailah mengatur jadwal belajar sejak jauh-jauh hari, mencicil materi secara rutin, dan menghindari kebiasaan menunda pekerjaan hingga mendekati deadline. Belajar dengan baik tidak harus mengorbankan kesehatan. Yuk, mulai kurangi kebiasaan Sistem Kebut Semalam, atur waktu belajar dengan lebih bijak, tidur yang cukup, dan berikan tubuh kesempatan untuk beristirahat. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih segar, belajar bisa menjadi lebih nyaman, teratur, dan menyenangkan.

REFERENSI
Ruangguru. (2016, 28 Maret). Kenapa SKS Digemari Pelajar? Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/kenapa-sks-digemari-pelaja
IDN Times. (t.t.). 5 Hal yang Membuat Mahasiswa Gemar Belajar Kebut Semalam. IDN Times. https://www.idntimes.com/life/education/5-hal-yang-membuat-mahasiswa-gemar-belajar-kebut-semalam-01-p276n-cyykhy
Neutron Yogyakarta. (t.t.). Sistem Kebut Semalam? Memangnya Efektif? Neutron Yogyakarta. https://neutron.co.id/blog/sistem-kebut-semalam-memangnya-efektif Universitas STEKOM. (2026, 2 April). Rahasia di Balik Sistem Kebut Semalam untuk Menghadapi TKA. Universitas STEKOM. https://stekom.ac.id/artikel/rahasia-di-balik-sistem-kebut-semalam-untuk-menghadapi-tka

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top